Dalam penuturannya, Ragil Mahardika mengaku ingin mengubah perspektif publik terhadap pasangan gay.
Ia ingin masyarakat tahu bahwa kaum LGBT+ tidak selalu identik dengan hal buruk dan sama dengan heteroseksual pada umumnya.
“Aku masuk ke YouTube itu pengen kasih informasi bahwa pasangan LGBT itu juga sama hidupnya seperti teman-teman yang lain. Jadi aku lebih ke situnya sih. Karena memang mungkin aku tau temen-temen di Indonesia haus akan informasi itu dibandingkan dengan akademik ku sendiri.” ujar dia.
Menurut Ragil, saat ini masih banyak stigma negatif yang lekat dengan kaum LGBTQ+. Ia pun berusaha untuk merontokkan berbagai pandangan negatif tersebut.
"Orang-orang di Indonesia, kita selalu dicekokin sama berita-berita yang buruk tentang LGBT. Jadi di Indonesia kalau denger LGBT pasti konotasinya negatif aja. Neraka, pesta seks, padahal enggak seperti itu juga. Kehidupan kita juga sama," ungkap Ragil.
Lebih lanjut, dirinya mengaku ingin mengubah kewarganegaraannya dan mengadopsi anak di Jerman. Menurut Ragil, saat ini banyak kaum LGBT+ yang hak-hak dasarnya belum terpenuhi di Indonesia.
"Bukannya karena aku enggak mencintai negara Indonesia, kalau negara Indonesia misalnya tidak seperti yang kita tahu saat ini bahwa di mana-mana anti LGBT. Di mana-mana ada penggerebekan LGBT, di mana-mana temen kita LGBT kesulitan mendapat pekerjaan di Indonesia. Temen-temen kita semuanya harus menutup mulut rapat-rapat kalau ketahuan mereka akan dipecat dari pekerjaannya yang hebat-hebat tadi," sebut Ragil.
Lantas, ia mengemukakan harapannya agar masyarakat Indonesia semakin menerima kelompok LGBT sebagai bagian dari mereka.
"Nanti aja deh kalau jadi warga negara Indonesia. Semoga Indonesia bisa semakin baik, semakin tahu apa hak asasi manusia, semakin tahu LGBT adalah bagian dari masyarakat dan itu banyak banget dan itu orang-orang hebat juga yang ada di situ. Bukan berarti karena dia LGBT, dia enggak bisa jadi TNI, atau ABRI, atau polisi yang baik," terang Ragil Mahardika.
Baca Juga: Pendamping Desa Meninggal saat Bertugas, BPJamsostek Beri Santunan Rp525 Juta
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi