Ferdy Sambo dengan penuh percaya diri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penasehat hukum Richard Eliezer atau Bharada E saat menjadi saksi dalam lanjutan persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.
Dilansir dari YouTube Kompas TV, Ferdy Sambo memberikan keterangan terkait beberapa pertanyaan yang diajukan oleh penasehat hukum Bharada Richard Eliezer. Termasuk pertanyaan mengenai perintah “hajar Chard hajar Chard”.
Penasehat hukum Bharada E meminta kepada Ferdy Sambo untuk memperjelas maksud dari pernyataannya tentang hal itu.
“Saya saat itu tidak berpikir hajar menggunakan tangan atau kaki atau senjata. Tapi kemudian terjadilah penembakan itu, sehingga saya sudah sampaikan ke Richard kalau saya yang akan bertanggungjawab,” jawab Ferdy Sambo di hadapan para majelis hakim.
Selain itu, penasehat hukum Richard lantas menanyakan soal tanggungjawab sebagaimana yang telah dilontarkan oleh Ferdy Sambo. Ia juga bertanya tentang keputusannya yang tidak melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
“Saya sudah sampaikan di awal, saya mencoba dengan kepercayaan diri untuk, mohon maaf, melindungi Richard dengan cara yang tidak benar dan, ya itu memang kesalahan saya. Nanti akan saya pertanggung jawabkan pada saat pemeriksaan terdakwa,” jawabnya.
Saat Ferdy Sambo mendapat pertanyaan terkait tanggung jawab apa yang akan dilakukan kepada masa depan Bharada E yang terancam hilang. Dirinya mengaku tidak bisa memberikan jawaban karena harus mempertanggungjawabkan kejadian penembakan tersebut.
“Ya, saya tidak bisa menjawab karena posisi saya juga harus mempertanggungjawabkan peristiwa ini,” jawabnya kosong.
Postingan yang berisi lanjutan sidang penembakan terhadap Brigadir Joshua di mana Ferdy Sambo didatangkan sebagai saksi, tak luput dari perhatian netizen. Banyak dari mereka yang memberikan komentar akan hal itu.
“Kata FS, dia bertanggung jawab,ngejagain dan lindungi Richard tp yg sebenarnya dia menumbalkan Richard dgn melemparkan semua kesalahan atas meninggalnya alm J terhadap Richard dgn tidak mengakui bahwa dia ikut menembak dan mengatakan bahwa dia gak nyuruh Richard ut menembak. Jadilah laki2 yg sesungguhnya FS spt Richard yg berani mengakui kesalahan dan siap dgn segala konsekuensinya!!” Ungkap salah seorang netizen.
“Sambo ini tiba-tiba jadi Pahlawan di siang bolong, yang harus membela rekan kerja. Tiba-tiba support, merendahkan diri atas apa yang sudah dia lakukan. Inilah cerminan seseorang dengan pangkat tinggi bisa melakukan apapun, berharap kejahatan yang di buat tidak di ketahui oleh masyarakat. Seharusnya bagi seorang dengan pangkat Jenderal bintang dua pula, hal seperti ini kecil harapan terjadi. Semasa menjabat mungkin dulunya merasa bisa atas semua, angkuh. Curiga naik jadi jenderal karena ada apanya, bukan dengan isi serta pengalaman. Just in case sharing ya temen temen netijen,” sambung netizen yang lain.
“Persidangan sambo ini semakin membuktikan keaslian dr moral & kepribadian dirinya yg sebenarnya. Ternyata org seperti ini bisa bertahan lama & nyaman menghabiskan aktivitasnya di institusi polri. Betapa ngerinya bukan?? Akan menjadi sebuah pertanyaan besar jika hukuman mati tidak dijatuhkan kpdnya,” ucap netizen satunya.
Kontributor: Moh. Afaf El Kurniawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien