Suara Joglo - Tim Nasional Maroko harus mengakui kedigdayaan Prancis dalam laga semi final Piala Dunia 2022 Qatar. Tim berjuluk "Singa Atlas" itu menyerah 2-0 dari Le Blues Prancis.
Namun perjalanan Maroko di Piala Dunia kali ini harus diacungi jempol. Timnas dari Benua Afrika itu menumbangkan sejumlah negara dengan sejarah sepak bola besar, mulai dari Belgia, Spanyol sampai Portugal.
Maroko pun dijuluki sebagai "si pembunuh raksasa". Negara itu juga mencetak sejarah sebagai satu-satunya negara Afrika yang berhasil masuk semi final Piala Dunia.
Maka wajar, meskipun mereka dikalahkan Prancis dalam laga semalam, para pemain segera bersujud sebagai ekspresi syukur. Momentum foto para pemain Maroko bersyukur ini banyak dibagikan warganet, terutama di Twitter.
Salah satunya akun @FaktaSepakBola. Mereka memberi narasi unggahan foto itu dengan caption begini: "Meski tersingkir, para pemain & staff timnas Maroko tetap bersyukur atas pencapaian yang telah mereka raih Sempat beri perlawanan vs Perancis, namun sayang tak mampu cetak gol. Sebuah perjalanan yang luar biasa di Piala Dunia 2022 kali ini Comeback stronger Maroko!," demikian tulisnya.
Sebelumnya, Prancis melaju ke final Piala Dunia 2022 setelah menyingkirkan Maroko dengan sekor 2-0. Dua gol Prancis dicetak oleh Theo Hernandez dan pemain pengganti Randal Kolo Muani.
Kemenangan ini mengantarkan Prancis meretas jalan menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar juara dunia jika mengalahkan Argentina 18 Desember nanti.
Sebaliknya, Maroko yang menggulingkan Belgia, Spanyol dan Portugal sebelum mencapai semifinal gagal menjadi tim Afrika dan kekuatan di luar Amerika Selatan serta Eropa yang mencapai final Piala Dunia.
Prancis langsung menekan Maroko sejak pertandingan dimulai dan kemudian membuahkan gol pada menit ke-5.
Baca Juga: Raker dengan Kemendag Mendadak Batal, DPR Jengkel pada Zulkifli Hasan
Diawali serangan dari sisi kanan yang dibangun Antoine Griezmann, bola kemudian dikirimkan ke kotak penalti. Kylian Mbappe coba menembak, tetapi bola membentur pemain Maroko dan mengarah kepada Theo Hernandez yang sambil melompat menendang bola melewati kiper Yassine Bounou.
Gol tersebut menjadi yang pertama kalinya dicetak oleh pemain lawan ke gawang Maroko selama turnamen ini.
Maroko merespons gol tersebut dengan permainan yang lebih berani. Azzeddine Ounahi mendapat ruang tembak di depan kotak penalti dan mengarahkan bola ke pojok kiri gawang, tetapi Hugo Lloris bisa menepisnya.
Prancis balas menyerang dan hampir mencetak gol pada menit ke-17 andai tendangan Giroud dari sisi kiri tidak menghantam tiang.
Pada menit ke-21, Maroko terpaksa menarik kapten sekaligus bek tengah Romain Saiss karena mengalami cedera paha. Saiss digantikan Selim Amallah.
Prancis mendapat peluang lagi pada menit ke-36. Bola terobosan Aurelien Tchouameni berhasil berhasil diterima Mbappe di kotak penalti.
Dia kemudian mengarahkan bola ke gawang kosong, tetapi masih bisa dibuang oleh Achraf Hakimi.
Maroko balik menekan Prancis dalam lima menit akhir babak pertama dan memaksa Prancis bermain bertahan.
Maroko nyaris mencetak gol pada menit ke-45 dari sepak pojok. Bola mengarah kepada Jawad El Yamiq yang membelakangi gawang, dia kemudian melepaskan tendangan akrobatik yang sayangnya menghantam tiang gawang.
Bola muntah bisa disambar pemain Maroko lainnya, tetapi tidak mencapai sasaran. Babak pertama ditutup 1-0 untuk Prancis.
Selepas jeda, pelatih Maroko, Walid Regragui memasukkan Yahya Attiyat Allah untuk mengubah keadaan. Sebelumnya, Attiat-Allah merupakan pemberi assist untuk gol Youssef En-Nesyri ke gawang Portugal dalam perempat final.
Masuknya Attiyat Allah membuat Maroko memiliki variasi serangan. Mereka beberapa kali mengancam Prancis, tetapi tak membuahkan gol.
Giliran Didier Deschamp melakukan pergantian pemain pada menit ke-65 ketika Olivier Giroud ditarik keluar untuk digantikan oleh Marcos Thuram.
Pada menit ke-75, Abderazek Hamdallah sempat memberikan ancaman ketika menggiring bola ke kotak penalti. Namun, dia ragu melepaskan tembakan dan bola berhasil dibuang pemain Prancis.
Prancis kembali melakukan pergantian pada menit ke-79 saat Randal Kolo Muani masuk menggantikan Ousmane Dembele.
Kolo Muani langsung memberikan dampak kepada Prancis dengan menggandakan keunggulan timnya satu menit kemudian.
Berawal dari aksi dan tendangan Mbappe di kotak penalti, bola sempat mengenai kaki pemain Maroko sebelum disambar Kolo Muani ke gawang Bounou. Skor berubah 2-0.
Maroko menolak menyerah untuk terus memberikan ancaman. Mereka hampir mencetak gol melalui tendangan di kotak penalti, tetapi Jules Kounde melakukan hadangan penting di depan gawang.
Prancis pun mencapai final untuk kedua kali berturut-turut dalam dua Piala Dunia terakhir guna menghadapi Argentina di Stadion Lusail pada Minggu malam (18/12).
Susunan Pemain:
Prancis (4-3-3): Hugo Lloris (kapten); Jules Kounde, Raphael Varane, Ibrahima Konate, Theo Hernandez; Antoine Griezmann, Aurelien Tchouameni, Youssouf Fofana; Ousmane Dembele (Rendal Kolo Muani 79'), Olivier Giroud (Marcus Thuram 65'), Kylian Mbappe
Maroko (3-4-3): Yasin Bounou; Jawad El Yamiq, Romain Saiss (kapten) (Selim Amallah 21') (Abde Ezzalzouli 78'), Nayef Aguerd; Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, Azzedine Ounahi, Noussair Mazraoui (Attiyat Allah 46'); Hakim Ziyech, Youssef En-Nesyri (Abderrazak Hamdallah 66'), Sofiane Boufal (Zakaria Aboukhlal 67')
Berita Terkait
-
Prancis Tembus Final! Ini 5 Fakta Unik Kemenangan Prancis Atas Maroko
-
Presiden Prancis Tiba-tiba Masuk Ruang Ganti Timnas Maroko usai Semifinal Piala Dunia 2022
-
Kuasai Pertandingan, Maroko Harus Rasakan Kekalahan Pahit dari Prancis di Semifinal Final Piala Dunia 2022
-
Lolos ke Final, Ekonomi Prancis Ternyata Jauh di Bawah Indonesia
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar