/
Selasa, 03 Januari 2023 | 12:24 WIB
Kisah Tiko yang merawat ibunya selama 11 tahun tanpa listrik dan air bersih ([Bang Brew TV/ YouTube])

Kisah seorang anak merawat sang ibu yang sakit di sebuah rumah mewah tanpa listrik dan air bersih selama 11 tahun viral di media sosial. 

Dikutip dari channel YouTube Bang Brew TV, dikisahkan seorang pemuda bernama Tiko tinggal hanya bersama ibunya bernama Eny di sebuah rumah mewah di kawasan Jakarta Timur. 

Meski terlihat bangunan rumahnya mewah, tetapi kondisinya sangat memprihatinkan. Di bagian pagar tampak diselimuti semak belukar, sementara di area depan rumah terlihat gelap tanpa penerangan.

Di dalam rumah itu, Tiko setia merawat ibunya yang sakit depresi. Ia merawat sang ibu seorang diri dengan kondisi tanpa listrik di dalam rumah serta ketersediaan air bersih. 

Berikut sederet fakta terkait kisah Tiko merawat ibunya yang depresi di rumah mewat tanpa listrik dan air bersih

Cerai 2011

Tiko mengungkapkan diduga penyebab ibunya mengalami depresi yakni usai bercerai dari sang ayah pada 2011 silam. 

"Sejak papa pergi ibu kurang sehat kejiwaannya," katanya.

Konon semenjak berpisah pada 2011 silam, sang ayah kembali ke asalnya di Madiun. 

Baca Juga: Tensi dengan PAN Menghangat, Amien Rais Jadi Senjata Kuat Partai Ummat

Sementara ia seorang diri merawat ibunya yang bertingkah layaknya orang dengan gangguan jiwa dan lebih banyak mengurung diri di dalam rumah.

"Jadi ibu sering marah-marah sendiri, ngomong sendiri kalau dibilang ODGJ. Ia juga ngga pernah keluar ngurung diri di rumah," bebernya.

Merawat selama 11 Tahun

Semenjak ibunya mengalami sakit, Tiko setia merawatnya, meski dengan segala kekurangannya. 

Ia mengungkapkan semenjak ibunya bercerai, hampir sebagian besar saudara putus hubungan lost contact semua, tapi belum lama ini di tahun 2019 ada satu mobil datang nopolnya Sidoarjo kemungkinan saudara.

Sambil merawat sang ibu, Tiko yang kini berusia 23 tahun bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhannya.

"Saya kerja, sakan kerja saya ngasih uang ke mama kalau untuk belanja mama bisa tapi kalau ngobrol ngga bisa, semua dianggap musuh," ungkapnya.

Andalkan Air Hujan dan Tetangga

Meski tinggal di rumah mewah, Tiko dan ibunya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Mereka tinggal di rumah tanpa listrik dan kecukupan air bersih. 

Untuk mencukupi sehari-hari, Tiko mengaku mengandalkan air hujan untuk minumnya, sedangkan lainnya selain dari kantong sendiri juga ada bantuan dari para tetangga.

Keluarga Kaya

Mengenai latar kehidupannya, Tiko mengungkapkan dahulu hidupnya bisa dibilang sangatlah mapan. Ia hidup serba kecukupan sejak kecil. 

Hal itu pun turut dibenarkan oleh para tetangga. 

Keluarga ibu Tiko dikenal kaya raya. Ayahnya yang bernama Herman Moedji Susanto dikenal merupakan seorang pejabat

"Waktu pindahan datang, sosok pak Herman mirip dengan wajah Pak Soeharto mantan presiden. Usianya sekitar 70an tahun dan membawa tongkat," terangn tetangga.

Disinggung perihal ibu Eny yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, tetangga menyebut bahwa dulu tidak mau dibantu ketika alami kondisi sakit.

"Ibu Eny ngga mau dibantu waktu itu masih depresi karena masih merasa orang kaya," katanya.

Lebih lanjut, tetangga menyebut sosok Tiko merupakan anak yang pintar. Ia bahkan sempat menjadi pebisnis jual beli mobil.

"Dari cara Tiko komunikasi itu menunjukkan bukan orang biasa. Dia basicnya anak orang kaya," sebutnya.

Diduga istri kedua

Tiko mengungkapkan setelah berpisah dari ibunya, sang ayah tak diketahui rimbanya. Kemungkinan besar kembali ke Madiun pulang ke anak-anaknya.

"Ngga tahu pulang kenapa, katanya ke anak-anaknya mungkin mama istri kedua," ungkap Tiko.

Tiko sendiri mengungkapkan, ayah dan ibunya dahulu bekerja di tempat yang sama sebagai rekanan dari Departemen Keuangan.

"Ya bisa dibilang cinlok dulu, mereka rekan satu kantor satu divisi," tukasnya.

Load More