Suara Joglo - Dunia sepak bola kembali berduka. Salah satu pemain legenda Italia, Gianluca Vialli meninggal dunia, Jumat 6 Januari 2023. Striker Timnas Italia di era 1990-an itu meninggal dunia di usia 58 tahun.
Penyebab meninggalnya Vialli karena menderita sakit kanker pankreas yang sudah diidap dalam beberapa waktu belakangan ini. Sebelum meninggal, Vialli juga telah menjalani perawatan rumah sakit dalam waktu cukup lama.
Bagi para penggemar sepak bola Italia, Seria A pada tahun 1990-an nama Vialli tentu tidak asing. Ia telah tampil memukau membela sejumlah klub Eropa pada waktu itu.
Vialli pernah memperkuat Cremonese, kemudian tampil memukau bersama Sampdoria, lalu Juventus. Terakhir Vialli hijrah ke Inggris membela klub London Chelsea lalu pindah ke Watford.
Di timnas Italia, dia bermain 59 kali dan mencetak 16 gol. Vialli memulai karirnya di Cremonese, klub kampung halamannya, sebelum membintangi Serie A untuk Sampdoria dan Juventus.
Setelah pensiun, Vialli sempat dipersatukan kembali dengan pelatih kepala Italia, Roberto Mancini, mantan rekan penyerangnya di Sampdoria. Vialli berharap dia dapat melanjutkan perannya di tim nasional.
Vialli mengumumkan dia telah menjalani radioterapi dan kemoterapi pada November 2018, setelah didiagnosis menderita kanker satu tahun sebelumnya. Dia dinyatakan 'bersih' pada April 2020, tetapi pada Desember 2021 dia mengumumkan penyakitnya telah kembali.
Berita Terkait
-
Legenda Italia Gianluca Vialli Meninggal Dunia di Usia 58 Tahun karena Kanker
-
Legenda Italia Gianluca Vialli Meninggal Dunia di Usia 58 Tahun
-
Beri Napoli Kekalahan Perdana di Liga Italia, Inter Milan Kian Percaya Diri
-
Klasemen Liga Italia Terkini usai Inter Milan Pecundangi Napoli, Empat Besar Kian Sengit
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel