Suara Joglo - Kegagalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF Mitsubishi Electric Cup 2022 tak luput dari beberapa kesalahan taktik yang diterapkan oleh Shin Tae-yong.
Kesalahan tersebut tentu cukup berakibat fatal terhadap perjalanan skuat Garuda di ajang Piala AFF Mitsubishi Electric Cup 2022.
Seperti yang telah diketahui bersama jika langkah Timnas Indonesia terhenti di babak semifinal setelah kalah dari Vietnam di leg kedua dengan agregat gol 2-0.
Terlepas dari kekalahan tersebut, terdapat beberapa kesalahan fatal dalam penerapan taktik Shin Tae-yong yang berakibat pada gagalnya Timnas Indonesia maju ke final Piala AFF Mitsubishi Electric Cup 2022.
Berikut 5 kesalahan yang menyebabkan kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF edisi kali ini:
1. Tak Mampu Atasi Masalah Finishing
Penyelesaian akhir menjadi salah satu masalah dalam skuat Garuda selama mengarungi Piala AFF Mitsubishi Electric Cup 2022. Sebagai pelatih, Shin Tae-yong dinilai gagal untuk mengatasi permasalahan tersebut.
2. Taktik Parkir Bus di Leg 1 Semifinal Lawan Vietnam
Sebenarnya peluang Timnas Indonesia untuk meraih kemenangan di leg pertama semifinal Piala AFF Mitsubishi Electric Cup 2022 terbuka lebar. Pasalnya skuat Garuda tampil di hadapan puluhan ribu penontonnya sendiri.
Baca Juga: KPK Blokir Rekening Lukas Enembe Senilai Rp76,2 Miliar
Hanya saja sangat disayangkan Shin Tae-yong menerapkan formasi 3-4-2-1 yang mana pada formasi ini lebih mengandalkan permainan defensif dan memanfaatkan counter attack cepat. Namun sayang tak ada satu gol pun yang tercipta.
3. Hasil Imbang Lawan Thailand di Fase Grup
Timnas Indonesia gagal meraih hasil penuh di kandang setelah pada babak fase grup mereka ditahan imbang oleh Thailand. Andai saja tim Merah Putih memenangkan pertandingan tersebut, maka mereka akan menjadi juara grup dan akan bertemu dengan Malaysia sebagai runner-up grup B. Tentu peluang untuk ke final lebih terbuka mengingat performa Malaysia tidak cukup ciamik pada edisi kali ini.
4. Gagal Keluar dari Tekanan di My Dinh Stadium
Selain kualitas rumput stadion yang tidak begitu baik, tekanan suporter tampaknya berpengaruh terhadap mentalitas pemain. Shin Tae-yong diniali gagal mengatasi situasi pemain di dalam stadion yang mendapat tekanan dari suporter lawan.
5. Telat Pergantian Pemain
Pada leg pertama semifinal Piala AFF Mitsubishi Electric Cup 2022, Shin Tae-yong tampak telat melakukan pergantian pemain. Shin Tae-yong memilih untuk memasukkan Witan Sulaiman, Saddil Ramdani, dan Spasojevic di menit tambahan waktu babak kedua.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Sinopsis High and Low The Movie, Aksi Brutal Lima Geng Legendaris S.W.O.R.D Melawan Musuh Besar
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Bos Klub Malam Ditangkap Diduga Terkait Pengeroyokan Polisi di Tanjungpinang
-
4 Shio yang Beruntung Mulai 29 Mei 2026, Hidup Terasa Lebih Mudah
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam