News / Metropolitan
Kamis, 28 Mei 2026 | 20:50 WIB
Polda DIY, Polres Bantul, Pemkab Bantul serta para pemangku kepentingan lainnya melakukan pertemuan pasca adanya konflik antara dua kelompok agama di Bantul, Senin (25/4). ANTARA/HO-Bidhumas Polda DIY
Baca 10 detik
  • Polda DIY sedang menyelidiki dugaan gangguan ibadah di Gereja Misi Sejahtera, Bantul, yang terjadi pada 24 Mei 2026.
  • Pihak kepolisian telah mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi untuk mendalami kronologi kejadian berdasarkan laporan resmi kepolisian.
  • Polda DIY berkomitmen mengusut kasus secara profesional serta mengimbau masyarakat tetap tenang agar situasi di lapangan kondusif.

Suara.com - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang mengumpulkan barang bukti terkait dugaan kasus gangguan kegiatan ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Sewon, Bantul yang terjadi pada Minggu (24/5/2026).

"Langkah-langkah penyelidikan mendalam dan penanganan cepat tengah kami lakukan," kata Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu (28/5/2026).

Proses tersebut, lanjutnya, berjalan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/6/V/2026/SPKT.DITRESKRIMUM/POLDA D.I YOGYAKARTA pada tanggal 25 Mei 2026.

"Saat ini sedang mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk membuat terang peristiwa ini," katanya sebagaimana dilansir Antara.

Ia menegaskan bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan dengan proses pengumpulan barang bukti dan keterangan para saksi untuk mendalami kronologi peristiwa secara utuh guna membuat terang peristiwa tersebut.

"Jika dalam proses gelar perkara nanti ditemukan bukti permulaan yang cukup, status perkara akan ditingkatkan ke tahap penyidikan," kata Ihsan.

Pihaknya berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah.

"Saat ini situasi di lokasi kondusif dan terkendali, Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah di media sosial," katanya.

Baca Juga: GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak

Load More