Partai Solidaritas Indonesia atau PSI minta maaf kepada PDI Perjuangan terkait upayanya mendorong Ganjar Pranowo untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024. Ucapan tersebut disampaikan terbuka oleh Wakil Ketua Dewan Pembinanya Grace Natalie.
Dikutip dari akun twitter resmi PSI, Grace Natalie memberikan pernyataan maaf itu sebagai respon atas pidato Megawati Soekarnoputri di acara HUT ke-50 PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.
Ia memahami bahwa pernyataan Megawati di acara HUT ke-50 PDI Perjuangan itu ditujukan kepada partainya yang getol mendorong Ganjar Pranowo menjadi capres untuk kontestasi di Pilpres 2024.
Grace meyakinkan bahwa upaya partainya mendorong Ganjar bukan berarti lancang, tetapi bermuasal dari aspirasi masyarakat dan kader PSI yang mengakui kehebatan kader-kader dari PDI Perjuangan.
"PSI memang masih muda belum pengalaman masih harus banyak belajar, sebagai partai baru kami belum bisa melahirkan calon presiden, kami hanya menyampaikan aspirasi masyarakat dan PSI yang menginginkan agar Ganjar Pranowo didukung sebagai calon presiden berikutnya," kata Grace seperti dikutip Kamis (12/1/2023).
"Ini merupakan hasil rembug rakyat PSI. Dukungan terhadap mas Ganjar bukan berarti kami mengambil kader PDIP, justru ini bentuk pengakuan dari kami bahwa senior kami telah menghasilkan para pemimpin hebat. Kami paham apa yang disampaikan Megawati dalam pidato di HUT ke-50 PDIP ditujukan kepada PSI. Untuk itu dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati PSI meminta maaf kepada ibu Mega," ucapnya.
"PSI partai muda masih awam dan naif kami kurang memahami mekanisme rekruitmen di PDIP. PDIP di bawah kepemimpinan Megawati telah banyak melahirkan pemimpin dan negarawan hebat, Pak Jokowi adalah salah satu contohnya. Kami yakin bahwa PDIP akan memilih dan mendukung kader-kader terbaiknya untuk melanjutkan kepemimpinan pak Jokowi. Salah satu di antaranya pak Ganjar, imbuhnya.
Lebih jauh, Grace mengklaim bahwa PSI dan PDI Perjuangan punya visi dan misi yang tak jauh berbeda. Apalagi keduanya merupakan partai yang sama-sama berideologi nasionalis. Ia bahkan tak sungkan menyebut partainya sebagai adik dari PDI Perjuangan.
"Tetapi siapapun pilihan bu Mega dan PDIP pastilah yang terbaik untuk Indonesia. Sebagai sesama partai nasionalis dan boleh disebut sebagai adik PDIP kami akan selalu berjuang untuk kemajuan dan keutuhan NKRI. Semoga bu Mega sehat selalu," kata Grace.
Baca Juga: Demokrat Tempel PDI Perjuangan Sebagai Parpol Pilihan Publik
Belakangan video permintaan maaf PSI kepada PDI Perjuangan itu banjir nyinyir di kolom komentar akun Twitternya.
"Baru disindir gitu aja langsung melempem, anak muda model apaan dah," kata ketip.
"Pencalonan GP dan reaksi ngaku salah bikin PSI jadi partai yang amatir banget. Digertak sedikit takut gimana nanti kalo ngadepin masalah yang lebih besar," kicau Wira.
"Ciyee partai anak muda, cerdas dan berprestasi. At the end pengen jadi anak mami juga," tuit Asa.
"Katanya kritis anak muda tapi tetep aja jadi kacung," tulis yusril.
"ngga mau merger aja? Daripada mecahin suara pemilih muda PDIP yekan," kata Arasy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang