Mantan menteri era orde baru Sarwono Kusumaatmadja beberkan kisahnya saat dipantau intel dari BAIS selama tiga bulan.
Fakta itu diungkapan Sarwono saat ngobrol bareng dengan anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang diunggah di channel YouTubenya.
Mulanya Dedi Mulyadi mengenalkan kembali sosok Sarwono Kusumaatmadja yang merupakan salah satu anggota menteri di era Presiden Soeharto.
Sebelum melenggang ke kursi menteri, mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada kabinet pembangunan V itu meniti karier politiknya melalui partai Golkar. Jabatan tertingginya di Partai Golkar yakni menjadi Sekjen DPP Partai Golkar.
Jabatan itu kiranya sangat prestisius di kala itu mengingat, jabatan sekjen di Partai Golkar tidak sembarang orang yang bisa menempatinya.
"Pernah jadi sekjen di partai Golkar, bayangin lhoh berarti orang yang dipilih sama Pak Harto," tanya Dedi.
"Betul diintelin dulu," sergah Sarwono.
"Gimana Pak Harto kok bisa milih Pak Sarwono mengingat itu biasanya dijabat militer Mayjen lah, kok bisa?" tanya Dedi lagi.
Sarwono pun membeberkan rahasianya bisa ditunjuk Soeharto sebagai sekjen Partai Golkar. Ia mengisahkan semuanya itu bermula dari Munas Partai Golkar di tahun 1987.
"Waktu Munas Golkar tahun 1987 ada kolonel dari intelejen, bilang bahwa saya diproyeksikan oleh Asintel Pangab Jenderal Benny Moerdani jadi sekjen Golkar," ungkapnya.
Menurut Sarwono sebelum Soeharto menentukan pilihan kepadanya, ia ternyata sudah diintai intel selama tiga bulan. Yakni mulai Desember 1979 hingga Maret 1983.
"Saya lihat laporan intel saya diintip tentara isinya, riwayat hidup oke, silsilah keluarga oke, teman deket oke, ternyata isinya termasuk statemen di koran di majalah dianalisis, kemudian percakapan dicatet ketemu siapa dimana ada," bebernya.
Lebih lucunya, belakangan perwira yang pernah ditugasi Jenderal Benny Moerdani untuk mengintai Sarwono, di kemudian hari bertemu dengan anaknya. Dan dia mengaku pernah mengintai sang ayah.
"Lucunya suatu ketika waktu ada acara maritim, anak saya kebetulan ikut di situ, ketemulah sama perwira yang disuruh intelin saya. Saya akhirnya kenal, sekarang dia mayjen purnawirawan," tambahnya.
Berita Terkait
-
Viral Dijodoh-jodohin dengan Perempuan Cantik Mirip Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi: Jangan, Rugi Saya Sudah Punya Orang
-
Kalah Populer di Medsos, Jumlah Subscriber YouTube Bupati Purwakarta dengan Dedi Mulyadi Ibarat Semut dan Gajah
-
Fakta Perempuan Cantik Mirip Bupati Purwakarta yang Foto Bareng Dedi Mulyadi, Gajinya Bumi dan Langit dengan Anne Ratna
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia
-
Menjaga yang Tersisa: Peran Rahayu Oktaviani dan KIARA dalam Konservasi Owa Jawa
-
Bukan Sekadar Misi Biasa, Ada Cerita Menarik Dibalik Misi Artemis II Nasa!
-
Saksi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Oki Setiana Dewi Jadi Target Teror di Mesir
-
Vietnam Uji Coba Larangan Motor Bensin di Pusat Kota Hanoi, Langkah Serius Tekan Polusi Udara
-
Menelusuri Dunia Dewa dan Pahlawan dalam Buku Mitologi
-
Kepala BGN Tegaskan 19.000 Sapi Bukan Kebutuhan Harian MBG: Hanya Simulasi
-
EVAN Dipastikan Tampil di KCON LA 2026, Perdana Usai Keluar dari ENHYPEN
-
Kapal Kontainer Ditembak Kapal Perang di Dekat Selat Hormuz
-
Sidang Vonis Kasus Narkoba Digelar Hari Ini, Ammar Zoni Akui Gelisah dan Kurang Tidur