Puan Maharani minta maaf atas ekspresinya yang dianggap judes hingga viral saat bagi-bagi kaus di wilayah Bekasi, Jawa Barat pada September 2022 lalu.
Ucapan maaf Puan Maharani itu disampaikan saat ia menjadi tamu dalam program acara Rosi di Kompas TV.
"haduh ya pokoknya atas kejadian itu, dalam kesempatan ini saya minta maaf, kalau kemudian kok judes banget sih, cemberut banget, saya minta maaf," ucapnya kepada Rosi seperti dikutip dari channel YouTube Kompas TV, Jumat (13/1/2023).
putri Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan situasi yang terjadi saat itu dikarenakan suasana yang panas dan ramainya masyarakat yang menyambutnya.
"Situasinya pada saat itu panas banget, panas banget, terik, kemudian rakyat banyak ada yang mau salaman ada yang mau kaos, tapi kemudian tim yang ada di lapangan harusnya sigap, tapi ternyata tidak sesuai harapan, sebagai manusia kan kadang kala jadi badmood lah," ungkapnya.
Puan menegaskan bahwa pada saat itu dia marah kepada tim lapangannya bukan pada rakyat.
"Iya kalau lihat di video itu kan kelihatan, saya enggak marah ke rakyat saya enggak cemberut sama rakyat, saya mau cepetan ini panas rakyat udah mau dapat kaos, karena sebelumnya salaman juga," kata dia.
"Setelah itu saya anggap tidak kondusif jadi naik mobil, ya ngapain marah kalau enggak harus marah kan saya mau ketemu rakyat tapi harus dibantu juga dengan perangkat pendukung biar nyaman," imbuhnya.
Puan mengaku bahwa kejadian itu bisa menjadi pembelajaran untuknya di masa depan.
Baca Juga: Kode-kode Kegaduhan Capres PDIP di HUT Partai, Puan-Megawati-Ganjar-Jokowi
"Sangat lesson learned, enggak boleh terulang. Pemimpin dalam situasi apa pun ya harus tetap tersenyum," ucapnya.
Berita Terkait
-
Puan Diyakini Bukan Capres Jika PDIP Deklarasi Usai Maret, Ray Rangkuti: Ada Figur Lain yang Disiapkan Bu Mega
-
Penggemar K-Pop Syok, Ulang Tahun DPR Ian Sama dengan DPR Puan: Bingung Mau Nangis Apa Ngakak..
-
Ribut Gegara Ganjar dan Puan, Video Kreator Jombang Beri Solusi ke PDIP Capresnya Bu Mega Saja
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak