Entertainment / Gosip
Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:55 WIB
Sosok Arya Iwantoro suami Dwi Sasetyaningtyas, alumni LPDP yang diduga langgar aturan pengabdian. (Instagram)

Suara.com - Nama Arya Iwantoro mendadak ramai diperbincangkan publik setelah unggahan istrinya, Dwi Sasetyaningtyas memicu perdebatan luas di media sosial.

Sorotan terhadap Arya semakin tajam karena latar belakangnya sebagai akademisi sekaligus alumni beasiswa LPDP yang kini berkarier di Inggris.

Unggahan Tyas mengenai paspor Inggris anak mereka memantik diskusi panjang tentang nasionalisme serta kewajiban pengabdian penerima beasiswa negara.

Di tengah polemik tersebut, publik mulai menelusuri profil, riwayat pendidikan, hingga posisi pekerjaan Arya Iwantoro saat ini.

Karier Akademik

Seorang warganet mengungkap Arya Iwantoro adalah penerima beasiswa LPDP untuk kuliah S2 dan S3. [Thred]

Arya Iwantoro merupakan lulusan S1 Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2013 sebelum melanjutkan studi ke Belanda.

Dia meraih gelar Master of Science di Utrecht University pada 2016 dengan fokus Coastal Dynamics and Fluvial Systems.

Tak hanya itu, Arya juga menyelesaikan program doktoral (PhD) di universitas yang sama pada 2022.

Disertasinya berjudul "Morphodynamics of Channel Networks in Tide-Influenced Deltas", yang membahas dinamika morfologi jaringan kanal di wilayah delta pasang surut.

Baca Juga: Nyawa Siswa MTs Melayang, Dihantam Helm Oknum Brimob di Maluku

Bidang keahliannya mencakup proses pesisir, sedimentasi, hidrodinamika, hingga pendekatan solusi berbasis alam untuk teknik lingkungan.

Seorang warganet mengungkap kalau ayah Arya Iwantoro penerima beasiswa LPDP seorang pejabat tinggi di kementerian. [Thread]

Pekerjaan Mentereng

Sejak Januari 2025, Arya tercatat sebagai Senior Research Consultant di School of Biological and Marine Sciences, University of Plymouth, Inggris.

Dia tergabung dalam Coastal Marine Applied Research (CMAR) dan menangani proyek konsultasi komersial maupun riset ilmiah berbasis pemodelan numerik canggih.

Fokus pekerjaannya meliputi sirkulasi hidrodinamika, interaksi gelombang dan arus, serta dinamika morfologi pesisir.

Sebelumnya, Arya menjadi peneliti postdoktoral di University of Exeter pada periode 2022–2024.

Di sana, dia meneliti dampak perubahan iklim terhadap ekosistem mangrove, termasuk dinamika karbon tanah dan stabilitas garis pantai.

Selain berkarier di luar negeri, Arya juga menjadi co-founder Lingkari Institute sejak 2020 yang berfokus pada konservasi sungai dan laut melalui riset serta edukasi.

Latar Belakang Keluarga

Nama Arya Iwantoro juga disorot karena latar belakang keluarganya yang dikenal di sektor birokrasi pertanian Indonesia.

Ayahnya, Syukur Iwantoro, pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2019.

Dia juga sempat menduduki posisi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Kepala Badan Karantina Pertanian.

Dalam sejumlah pemberitaan, Syukur Iwantoro disebut menjabat sebagai Vice President Director di PT RMI-Mitr Phol Group.

Dia juga dikenal sebagai Ketua Umum Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) dan memiliki latar belakang pendidikan agribisnis.

Kontroversi LPDP

Nama Arya mulai "diburu" publik setelah muncul spekulasi mengenai statusnya sebagai alumni penerima beasiswa LPDP untuk jenjang S2 dan S3.

Publik kemudian menyoroti aturan 2N+1 yang mewajibkan penerima beasiswa kembali dan mengabdi di Indonesia setelah masa studi.

Isu yang beredar menyebut Arya telah menetap di Inggris selama lima tahun berturut-turut sehingga memicu dugaan pelanggaran kontrak.

Kontroversi ini bermula dari unggahan Tyas yang menyatakan kebahagiaannya atas status kewarganegaraan Inggris anak-anaknya.

Pernyataan tersebut menuai pro dan kontra karena dianggap sebagian warganet bertentangan dengan semangat nasionalisme penerima beasiswa negara.

Tyas telah menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui media sosial atas kegaduhan yang terjadi.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak LPDP terkait dugaan pelanggaran kontrak pengabdian tersebut.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Load More