- Transformasi pelepah pisang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi di Kebumen.
- Program Desa EMAS 2026 fokus pada pelatihan, akses pasar, dan inkubasi UMKM.
- Pemberdayaan perempuan desa sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi lokal.
Suara.com - Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 resmi bergulir di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Inisiatif yang dimotori oleh INOTEK Foundation dan Yayasan Indonesia Setara (YIS) ini membidik akselerasi ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi potensi lokal.
Bertempat di Balai Desa Lajer, Kecamatan Ambal, sebanyak 37 pelaku UMKM sektor kerajinan digembleng dalam pelatihan intensif pembuatan produk inovatif berbahan pelepah pisang pada 16-17 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi gong pembuka rangkaian pendampingan ekonomi selama enam bulan ke depan.
Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah menciptakan peluang pendapatan baru dengan memanfaatkan komoditas yang selama ini terabaikan.
"Harapannya dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi masyarakat desa, khususnya Desa Lajer, Pagedangan, dan Sinungrejo," ujar Sandiaga dalam keterangannya, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Sandiaga optimistis pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi desa. Menurutnya, intervensi berupa pelatihan dan pembukaan akses pasar adalah kunci agar produk kerajinan Kebumen mampu bersaing di skala nasional.
"Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat menjadi langkah signifikan menuju kemandirian ekonomi desa," tambahnya.
Senada dengan Sandiaga, Kepala Disperindag KUKM Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi menyambut positif kolaborasi ini. Ia melihat Desa EMAS sangat relevan mengingat Kebumen memiliki 449 desa dengan potensi ekonomi yang besar namun belum tergarap maksimal.
"Kami siap memberikan dukungan penuh melalui kolaborasi dengan Dekranasda dan program inkubasi bisnis untuk sinkronisasi tujuan pemberdayaan ekonomi kerakyatan," tegas Haryono.
Di sisi lain, Ketua Dekranasda Kabupaten Kebumen, Nurjannah Zaeni Miftah menyoroti aspek ekonomi kreatif dan lingkungan. Melimpahnya pohon pisang di Kebumen menjadikan pelepah pisang sebagai bahan baku yang strategis untuk diolah menjadi produk bernilai jual tinggi.
Baca Juga: Berulang Tahun, Data Tunggal DTSEN Genap 1 Tahun
"Program ini strategis untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai jual. Selain menciptakan lapangan kerja baru, ini membantu ibu rumah tangga menjadi lebih berdaya secara finansial," pungkas Nurjannah.
Langkah ini diharapkan menjadi pilot project yang dapat direplikasi di desa-desa lain guna menekan angka pengangguran serta memperkuat struktur ekonomi daerah di Jawa Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA
-
Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis
-
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat
-
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
-
Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN