Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mematahkan klaim Rizal Ramli yang kerap mengumbar prestasinya saat jadi menteri.
Dikutip dari akun Twitternya, Yustinus Prastowo merespon kicauan Rizal Ramli soal capaian tax ratio terhadap GDP di tahun 2001 yang meningkat di angka 11,5 persen. Sementara saat ini anjlok hingga ke angka 9,5 persen.
Dalam kicauannya Rizal Ramli pun menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani payah karena kebijakannya soal pajak yang tak tepat.
"Tahun 2001, tax ratio terhadap GDP sudah 11,5 persen tapi hari ini malah merosot ke 9,5 persen. SMI memang payah-tax ratio merosot karena hanya berani naikkan pajak rakyat tapi untuk orang kaya malah diberi tax amnesty, tax holiday dll. Bisanya hanya ngutang, ngutang lagi dan bunga tinggi!" cuitnya pada Jumat (13/1/2023) lalu.
Atas kicauan itu, baru-baru ini Yustinus Prastowo membantah klaim tersebut. Ia menyebut bahwa capaian tax ratio terbaik bukan di era Rizal Ramli tetapi di masa Menkeu Sri Mulyani di era Presiden SBY.
"Rizal Ramli selalu menyeret kita ke masa dia menjabat lalu bangga dan merendahkan orang lain. Padahal pencapaian tax ratio terbaik terjadi di era Pak SBY dan Menkeu SMI!! Tahun 2008 sebesar 13,3 persen," terangnya bersamaan dengan menyajikan sejumlah data terkait capaian tax ratio di masa Menkeu SMI pada era SBY.
Tak hanya menyanggah soal capaian tax ratio, Yustinus juga menyanggah narasi yang disampaikan Rizal Ramli perihal menaikkan pajak rakyat.
"Dari mana @RizalRamli bisa ambil kesimpulan bahwa DJP hanya berani naikkan pajak rakyat? Lewat UU HPP yang dilakukan justru sebaliknya yang berpenghasilan kecil dilindungi yang berpenghasilan tinggi dipajaki lebih tinggi, Adil? Mungkin beliau kurang update. Takut ngga siap?" kicaunya.
Baca Juga: Tolak Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode, Rizal Ramli Puji Ketegasan Megawati: Dua Kali Cukup!
Berita Terkait
-
Terlanjur Nyinyirin Ganjar Pranowo dengan Sebutan Pangeran TikTok, Rizal Ramli Malah Dibuat Malu Netizen
-
Diusulkan Diundang di Podcast Deddy Corbuzier, Rizal Ramli: Khusus Buat Pejabat dan Pendukung Kekuasaan Atuh
-
Ungkap Borosnya Perjalanan Dinas PNS hingga Rp39 Trilliun, Rizal Ramli: PNS Hanya Nyontoh Kelakuan Bos-nya
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama
-
Tak Diberi Uang Judi, Suami di Makassar Nekat Parangi Istri dan Habisi Nyawa Sepupu
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis
-
Review Sunset Bersama Rosie: Belajar Melepaskan dan Berdamai dengan Takdir
-
Harga Mobil Suzuki April 2026 Mulai dari City Car hingga SUV Mewah, Paling Murah Berapa?
-
Purbaya Pernah Ancam Potong Anggaran Kemendag Gegara Lambat Urus Regulasi Impor
-
Gajian Cuma Numpang Lewat: Kenyataan Pahit Generasi Sandwich yang Dipaksa Cukup
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung