Suara Joglo - Sebuah video demonstrasi ratusan warga disebut-sebut terjadi di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur ( Jatim ).
Warga yang mayoritas memakai sarung dan peci itu mendesak penangkapan terduga penyebar aliran sesat. Video ini tiba-tiba viral di media sosial dibagikan oleh akun grup warga Madura @infomdr.
Akun tersebut memberi narasi kalau demonstrasi digelar di depan Polres Pamekasan hari ini, Jumat (20/01/2022).
Mereka medesak penangkapan terduga pelaku penyebar aliran sesat di daerah Pantura Pamekasan.
Meskipun begitu, tidak dijelaskan detail aksi demonstrasi digelar oleh kelompok atau ormas apa. Termasuk siapa pihak-pihak yang didemo dan didesak agar ditangkap oleh kepolisian.
"Jumat (20/01) sedang berlangsung aksi demonstrasi ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Umat Islam Pamekasan di depan Mako Polres Pamekasan. Massa demonstrasi menuntut agar dilakukan penangkapan pada terduga pelaku penyebar aliran sesat di daerah Pantura Pamekasan," tulis akun @infomdr.
Unggahan ini baru dilakukan beberapa jam lalu. Hingga berita ini ditulis, belum ada komentar resmi dari kepolisian setempat.
Selain itu, belum diketahui pula apa penyebab atau persoalan apa yang melatarbelakangi aksi demonstrasi tersebut.
"Aliran sesat gimana itu. Aku kok dak tauu yaa ada aliran sesat," tulis akun @ayuaprilirz
Baca Juga: Sempat Niat Ingin Bunuh Diri, Devano Danendra Ungkap Kondisi Mentalnya Kini
"Kirain menuntut kiai cabul di Jember. Eh gk mungkin soalnya dari kalangan mereka sendiri hahaha," tulis akun @yim_ibnoe.
Berita Terkait
-
Link Live Streaming Madura United vs Persib Bandung di BRI Liga 1 Malam Ini
-
Luis Milla Coret Satu Pemain Timnas Indonesia Jelang Persib Hadapi Madura United
-
Prediksi Madura United vs Persib Bandung di BRI Liga 1: Head to head, Susunan Pemain dan Skor
-
Jamu Persib, Fabio Lefundes Minta Pasukan Madura United Fokus
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?