Jalan Gejayan menjadi ruas jalan terpadat di Kota Yogyakarta berdasarkan hasil survei dan kajian pemutakhiran kinerja lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan setempat pada 2022.
"Dari hasil survei dan kajian yang kami lakukan di 110 ruas jalan di Kota Yogyakarta, derajat kejenuhan atau ‘VC ratio’ (volume capacity ratio) di Jalan Gejayan menjadi yang tertinggi, mencapai 1,23," kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Golkari Made Yulianto di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, tingginya derajat kejenuhan di ruas jalan tersebut bisa disebabkan berbagai faktor di antaranya jalan tidak terlalu lebar, jalan digunakan dua arah, ditambah banyaknya hambatan samping karena ada kegiatan parkir dan pasar tradisional, serta volume kendaraan yang melintas cukup tinggi.
Dengan derajat kejenuhan 1,23, lanjut Golkari, secara teori bisa dikatakan ruas jalan tersebut sudah macet.
"Derajat kejenuhan lebih dari 1, bisa dikatakan jalan sudah macet, sudah sangat padat. Tetapi, pada kenyataannya memang masih ada waktu-waktu tertentu dengan tingkat kepadatan yang lebih rendah," katanya.
Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta untuk melakukan berbagai program guna meningkatkan kinerja lalu lintas.
"Tentunya, kami akan lihat faktor penyebab kepadatan di jalan tersebut. Misalnya karena volume kendaraan tinggi maka bisa diambil kebijakan untuk tidak mengalirkan semua kendaraan melintasi jalan tersebut," katanya.
Jika kepadatan disebabkan durasi lampu lalu lintas, akan dilakukan pengaturan lampu lalu lintas sehingga arus kendaraan semakin lancar.
"Jika penyebabnya pelanggaran parkir, akan dilakukan penertiban yang lebih intensif. Kami akan lihat penyebab kepadatan tersebut," katanya.
Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng, Lina Mukherjee Dapat Penghargaan di India dan Diberikan oleh Artis Bollywood
Sejumlah ruas jalan lain yang juga memiliki derajat kejenuhan yang cukup tinggi di antaranya adalah Jalan Suroto dari utara ke selatan dengan kejenuhan 0,9; Jalan Laksda Adisucipto dari timur ke barat dengan kejenuhan 0,8 dan dari barat ke timur 1,05.
Begitu pula dengan Jalan Pierre Tendean dari utara ke selatan memiliki derajat kejenuhan 1,1 dan Jalan Taman Siswa dengan derajat kejenuhan 0,9.
Derajat kejenuhan terendah berada di ruas Jalan Polisi Istimewa yaitu 0,08 atau sangat lengang. Ruas jalan tersebut cukup lebar dan tidak banyak kendaraan yang melintas.
Dari survei yang dilakukan, juga diperoleh data mengenai rata-rata kecepatan sesaat kendaraan di Kota Yogyakarta yaitu 36,32 km/jam. Pengukuran kecepatan sesaat dilakukan menggunakan speed gun. Sedangkan rata-rata kecepatan perjalanan di seluruh Kota Yogyakarta 22,16 km/jam.
"Sebenarnya, angka kecepatan perjalanan masih cukup baik. Artinya, lalu lintas masih bisa mengalir karena angka tersebut diperoleh saat puncak kepadatan lalu lintas," katanya.
Ruas jalan dengan kecepatan tertinggi berada di Jalan Ki Penjawi dengan rata-rata 56,2 km/jam, dan ruas jalan dengan kecepatan terendah berada di Jalan Prapanca dengan rata-rata 18 km/jam.
"Survei seperti ini kami lakukan rutin setiap tahun untuk mengetahui dinamika kinerja lalu lintas di Kota Yogyakarta dan menyusun prioritas program," katanya.
Jika dibanding 2020 atau 2021, Golkari mengatakan, terjadi penurunan kinerja lalu lintas seperti meningkatnya derajat kejenuhan dan berkurangnya kecepatan rata-rata kendaraan.
"Pada 2020 dan 2021 masih pandemi sehingga volume kendaraan yang melintas berkurang cukup banyak. Tetapi di 2022 semua kegiatan sudah berjalan hampir normal begitu pula dengan kepadatan di jalan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123