Suara Joglo - Baru-baru ini viral bentrokan antar sejumlah suporter bola vs warga di Semarang. Suporter berseragam hijau-hijau ini disebut-sebut sebagai bonek--pendukung Persebaya Surabaya.
Peristiwa ini membuat geram Bonek Mania Surabaya. Perwakilan suporter Surabaya ini mendorong polisi tegas dan menangkap suporter yang gemar membuat kerusuhan dan bertindak kriminal.
Perwakilan Bonek Mania Husin Ghozali, saat dikonfirmasi oleh SuaraJatim.id, mengatakan kalau pelaku tersebut adalah penjahat yang berkostum Bonek. Husin meminta jika pelakunya "disikat" saja.
"Mereka itu bukan suporter, Boling (bondo maling), bajingan berkedok suporter. Kalau memang benar melakukan kejahatan, sikat saja Pak Polisi," ujar pria yang akrab disapa Cak Cong, Kamis (9/2/2023).
"Kami pastinya mendukung kepolisian agar segera menindak pelaku, sebelum kami turun untuk cari sendiri," katanya menambahkan.
Menurut Husin, bahwa pelaku ini sudah memperburuk citra Bonek yang sudah susah payah dibangun selama ini. Hal inilah yang membuat Bonek sejati yang ada di Surabaya geram.
Tak hanya itu, Husin juga mengatakan, jika siapapun yang bertindak kriminal, harus dihukum, apa lagi mencoreng nama baik atau mengatasnamakan suporter.
"Boling-boling ini cukup meresahkan, ini sudah kelewat batas. Bahkan kami yang di Surabaya saja ikut gemas," ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolsek Gayamsari Kota Semarang Jawa Tengah, Kompol Hengky Prasetyo mengakui memang sempat ada gesekan antara suporter Persebaya dengan warga.
Baca Juga: Mewek Sambil Guling-gulingan, ABG Merengek Minta Motor KLX Bikin Netizen Emosi: Naudzubillah!
Hengky menjelaskan, bahkan ada korban yang bernama Ari Setiawan yang sempat mendapatkan perawatan medis sementara dari petugas kepolisian pada waktu itu.
Berita Terkait
-
Viral Kejadian Kriminal di Semarang, Bonek Mania: "Boling" Sikat Aja Pak Polisi
-
Termasuk Carlos Fortes, Ini 3 Pemain Asing yang Gagal Bersinar di PSIS Semarang
-
Klub Paling Sering Ganti Pelatih di BRI Liga 1 2022-2023, No.2 Sempat Berencana Bubar
-
Carlos Fortes Dikaitkan dengan Kutukan Nomor 9 di PSIS Semarang, M Ridwan: Jangan percaya, Itu Takhayul
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Membaca Dalil-Dalil Agama Gus Dur: Menyusuri Jembatan Keilmuan Islam di Indonesia
-
Di Balik Bendera Besar pada Truk Bantuan: Murni Solidaritas atau Sekadar Pencitraan Global?
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
-
Skandal Paspor Eredivisie: Pemain Keturunan Depok Bersyukur Belum Jadi WNI
-
Niat Jual Motor Curian via COD, Dua Pengamen Malah 'Terciduk' Polisi di Parkiran Minimarket
-
Sosok Bripda AS, Tersangka Penganiayaan Polisi Junior Polda Kepri hingga Tewas
-
Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal