Hokky Caraka sempat mendapat kritikan keras dari Shin Tae-yong pada saat TC Timnas Indonesia U-20 persiapan AFC Cup 2023.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut memberikan teguran kepada Hokky Caraka lantaran sang pemain tidak bisa maksimal pada saat latihan.
Pemain asal Gunung Kidul tersebut kedapatan semestinya masih bisa terus berlari namun Hokky Caraka memilih untuk tidak lari.
Kendati demikian, setelah mendapat kritikan keras dari pelatih asal Korea Selatan, Hokky Caraka dikabarkan langsung tancap gas pada saat latihan berikutnya.
Bahkan baru-baru ini dikabarkan pemain yang berusia 18 tahun itu mengalami cedera lantaran terlalu keras latihan sprint.
Kabar tersebut lantas mendapat sorotan dari kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia, tidak jarang dari mereka yang memberikan komentar terkait itu.
"STY butuh tipe striker liar sprt dimas drajat gak hanya diam..mau turun cari bola..bergerak terus menerus..posisitioning bagus...pressing ketat dan intinya harus terus berlari sampai peliut akhir dibunyikan. Semoga Hokky bisa sperti itu....terus semangat..." ungkap salah seorang netizen.
"Sekarang cedera,, Tapi nanti lari secapek sekarang tak akan cedera bahkan akan terus meningkat kekuatan dan stamina,, bukan untuk orang lain tapi untuk diri sendiri," kata netizen yang lain.
"Biasanya kalo dapat kritikan punya dendam dihatinya untuk benar benar membuktikan diri kepada pelatihnya, apalagi dia pemain timnas pastinya ingin memperjuangkan posisinya di timnas," ucap netizen lainnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Buka Suara Soal Janji Tak Nyapres jika Prabowo Subianto Maju
"Intensitas latihan STY lebih keras pada fisik berbeda dg di klub dan bahkan mungkin juga di Garuda select membuat Hokky kewalahan. Cedera itu mungkin karena fisik yg di forsir/di paksakan," ujar netizen satunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel