Sikap komika Coki Pardede yang mempertanyakan keberadaan Tuhan baru-baru ini mendapat komentar menohok dari ustaz Salim A Fillah.
Mulanya, akun twitter @otongkoil mengunggah pernyataan Coki Pardede mengenai keyakinan yang dianutnya.
Dalam video itu tandem komika Tretan Muslim mengaku bahwa dirinya bukan ateis tetapi agnostik ateis.
"Gw bukan ateis tapi agnostik ateis, gw cuma mempertanyakan kalau ada yang bilang Tuhan ada mana buktinya, udah itu aja," ungkapnya.
"Karena menurut gw extraordinary claim butuh extraordinary proof dan sejauh ini sih gw belum menemukan extraordinary proff," lanjutnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa orang yang seperti dirinya dibagi menjadi dua, bahwa ada yang menjadi agnostik karena pengalaman dan ada pula yang berdasar sains.
"Agnostik ateis ini dibagi dua ada yang yang jadi agnostik karena pengalaman dikecewakan institusi atau hidupnya terlalu tragedi hingga menyebut sepertinya Tuhan tidak ada, lalu ada juga yang berdasar sains. Nah gw berdasar pengalaman karena dari agama yang gw dalami belum ada yang sreg lah," jelasnya.
Unggahan itu kemudian dikomentari oleh ustaz Salim A Fillah. Penulis buku bertajuk Sang Pangeran dan Janissary Terakhir itu menyebut bahwa Tuhan tak perlu membuktikan keeksisannya di hadapan orang-orang yang menganut kepercayaan serupa Coki Pardede.
"Kamu tidak sepenting itu untuk dikasih bukti secara personal, apalagi yang extraordinary. Bahkan meski seisi bumi menjelma sepertimu, mufakat ingkar, Tuhan takkan berkurang keagunganNya," terangnya.
Baca Juga: Ketua Bawaslu Pesisir Barat Langgar Etik, Posisinya Segera Diganti
"Jujur sajalah pada nurani. Akan ada titik dalam hidup di mana kamu merasa memerlukanNya," tambahnya.
Tak hanya oleh ustaz Salim unggahan terkait pengakuan Coki Pardede juga banyak dikomentari netizen.
"Dan semua orang akan menemukan sendiri jawabannya," tulis Fahmi.
"Mereka melihat cuma separuh saja, yaitu hanya dunia jadinya missing big picturenya. Karena semua yang tidak balance di dunia itu diseimbangkanya di akhirat. ketika yang dilihat cuma dunia ya jelas jadi sprti pincang itu seperti comparing apple to orange alias ndak nyambung," kata Harry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Situs Pemetaan Calon Murid Baru Jabar Down Saat Pengumuman
-
Metronome oleh izna: Rangkul Identitas Diri Jadi Standar Utama dalam Hidup
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Adu Spek Samsung Galaxy A17 4G vs Infinix Hot 70: Pilih HP Murah yang Mana?
-
Mengenal Anjuran Makan Bubur Suro 1 Muharram, Ini Makna dan Resep Spesial
-
Kiosnya Diratakan Alat Berat, Pedagang Puncak Pass Bingung Cari Tempat Jualan Baru
-
Nyore di Kafe Petli: Cerita Reuni dan Langit Senja yang Memilih Sembunyi
-
Xiaomi Buds 6 Resmi Meluncur, Bawa Harman Tuning dan Baterai hingga 35 Jam
-
Sisi Gelap Philadelphia Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Banyak Zombie Berkeliaran