/
Rabu, 22 Februari 2023 | 13:25 WIB
Mobil Rubicon milik pejabat Ditjen Pajak yang anaknya terlibat penganiayaan ternyata belum bayar pajak ([Afif Fuad Saidi/Twitter])

Suara Joglo - Aksi penganiayaan yang melibatkan anak salah seorang pejabat Ditjen Pajak ramai jadi sorotan publik. Belakangan disebut bahwa mobil Wrangler Rubicon yang dikendarai terduga pelaku penganiayaan ternyata belum bayar pajak

Seperti diketahui beberapa waktu lalu nama Rubicon ramai jadi perbincangan di media sosial. Musababnya lantaran si pengguna mobil itu yang diketahui merupakan anak dari pejabat Ditjen Pajak RI melakukan penganiayaan terhadap pria bernama David.

Di tengah ramai perbincangan mengenai penganiayaan tersebut, belakangan mencuat bahwa mobil Rubicon yang dikendarai terduga pelaku penganiayaan ternyata mangkir bayar pajak. 

Hal itu diungkap oleh pemilik akun Afif Fuad Saidi yang melapor kepada Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo

"Ngapunten Pak @prastow, Mobil Wrangler B 2571 PBP milik bapak e anak yang aniaya putrone rencang kami sampai koma hingga hari ini belum bayar pajak, preseden buruk untuk @DitjenPajakRI kemewahan yang tak taat aturan terlebih terjadi pada pegawai pajak sendiri. Miris," tulisnya.

Kicauan itupun langsung direspon oleh Prastowo. 

"Njih siap Gus. Matur nuwun informasinya. Kami koordinasikan dengan pihak terkait," jawabnya.

Kronologi Kejadian

Kasus penganiayaan yang melibatkan pemilik mobil Rubicon itu diungkap oleh seorang warga Twitter dengan nama akun @/addtaufiq. Diceritakan seorang pelajar bernama David diduga menjadi korban penganiayaan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Ngeri! Shin Tae-yong Bakal Gembleng Timnas Indonesia Lebih Keras Jelang Piala Dunia U-20

Hingga saat ini David masih belum sadarkan diri karena mengalami luka cukup parah akibat dianiaya oleh sejumlah orang pada Senin (20/2/2023). Disebutkan bahwa pelaku penganiayaan David itu memakai mobil mewah dengan nopol palsu.

"Kendaraan bernopol plat palsu ini dipakai untuk membawa anak teman saya untuk dianiaya. Pelaku berjumlah 3 orang," bunyi cuitan akun @/addtaufiq pada Selasa (21/2/2023). 

Sementara itu, menurut akun Twitter @LenteraBangsaa_, penganiayaan terjadi saat David sedang berada di rumah temannya. Ketika itu David membagikan lokasinya pada sang mantan kekasih.

"Menurut saksi, 20 Februari 2023 Korban sedang bermain di rumah temannya, kemudian korban di WA mantan pacarnya yang mau mengembalikan kartu pelajar," terangnya.

"Korban shareloc lokasi dia (rumah temannya). Kemudian ada mobil jeep hitam tersebut sudah menunggu di depan (ada 4 orang di dalam jeep) dan korban diajak ke sebuah gang kosong," sambungnya.

Di gang kosong itu, David dianiaya oleh dua orang pelaku. Akibat penganiayaan itu, David mengalami luka serius pada wajahnya. 

Load More