News / Metropolitan
Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:04 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung malam takbiran di Bundaran HI, Jumat (20/3/2026). (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan malam takbir istimewa karena bertepatan dengan Hari Nyepi pada Jumat (20/3/2026).
  • Kegiatan menyambut Idulfitri ini melibatkan 1.000 beduk dari 261 kelurahan serta pawai obor dan mobil hias.
  • Pemprov Jakarta ingin memperkuat harmoni sosial sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Suara.com - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan, malam takbir pada tahun ini sangatlah istimewa. Sebab, malam takbir tahun ini beriringan dengan hari Nyepi.

“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa warga Jakarta adalah rumah bagi keberagaman, tempat berbagai tradisi dan keyakinan hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati,” kata Pram, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).

Pram menyampaikan, dalam rangkaian ini, ada sekitar 1.000 beduk, dari 261 kelurahan di Jakarta serta perwakilan dari Provinsi Banten dan Sumatera Barat.

“Selain itu, diselenggarakan pawai obor yang melibatkan 5.000 peserta pawai mobil hias serta pertunjukan air mancur bertema Jakarta Rhythm of the Fountain yang menghadirkan sukacita menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri,” jelas Pram.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Jakarta ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk merayakan gema takbir yang aman dan nyaman.

“Bundaran HI kita hadirkan sebagai ruang interaksi sosial, tempat warga berjalan bersama keluarga, menyaksikan pertunjukan air mancur dan pawai obor yang berpadu dengan cahaya dan musik religi, serta merasakan hangatnya kebersamaan di malam kemenangan ini,” ucap Pram.

“Lebih dari sekadar sarana hiburan, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan, mempererat harmoni sosial, serta menjadi ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan karya masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta,” imbuhnya menandaskan.

Load More