Kasus penganiayaan David Ozora yang dilakukan oleh Mario Dandy hingga kini masih menjadi sorotan publik hingga masyarakat sosial media. Warganet menilai bahwa ekspresi dan gestur Mario saat preskon tak menunjukkan rasa bersalah sedikit pun.
Bahkan, banyak netizen yang berspekulasi bahwa sifat arogan dari putra pejabat eselon 3 di Kementerian Keuangan itu masih tampak meski telah berada dalam tahanan. Tak sedikit pula netizen yang terus menghujat Mario Dendy.
"Dikira bapaknya org paling tajir dan backup an paling oke sampe bisa sombong n keji ga ketulungan," ujar @btaryy di kolom komentar unggahan @pembasmi_kehaluan_real tentang Mario Dandy.
"Terlalu berbahaya orang itu buat berada bebas di masyarakat, seperti bukan perilaku pertama kali, semoga awet hukumannya, cemas kali kalau dia bebas gitu aja," ungkap @rahmahalifaa.
"Dia merasa bapaknya banyak duit bisa nyelesaiin masalah ini dengan damai sama korban. Ngasih uang damai sama korban sama polisi beres," tutur @arya_momy_amanda.
Bahkan, tak segan warganet juga menilai bahwa Mario Dendy sebenarnya memiliki kelainan jiwa. Lantas bagaimana sebenarnya ekspresi dan gestur Mario di mata para pakarnya?
Menurut pakar mikro ekspresi, Monica Kumalasari, ekspresi dan gestur Mario tak menunjukkan adanya rasa takut atau menyesal.
"Jadi, kita tidak melihat ada pergerakan-pergerakan. Dan ini tidak merepresentasikan apapun. Artinya kalau dia takut, dalam kondisi takut, dia pasti ada pergerakan dibdaerah sini ya (jidat)," tutur Monica Kumalasari, dikutip dari unggahan @pembasmi_kehaluan_real, Minggu (26/3/2023).
Selain sari jidat, Monica juga mengungkapkan bahwa ekspresi takut itu juga bisa dilihat dari pergerakan daerah bibir. Namun, tanda-tanda tersebut sama sekali tak ditemukan dalam ekspresi Mario saat Preskon, Jumat (24/2/2023) lalu.
Baca Juga: Bae Suzy Memenangkan Director's Cut Awards, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya!
Bahkan, Monica juga terheran-heran ketika Mario tak sekalipun menundukkan pandangannya ke bawah sebagai tanda takut. Pasalnya, selama proses preskon tersebut, Mario justru menatap audiens dengan berani.
"Artinya, kalaupun suara yang dikatakan 'saya tidak takut' gitu ya, ini ternyata masih konsisten," tutur Monica.
Monica sendiri tak mengerti penyebab hal tersebut. Namun, salah satu penyebab yang mingkin terjadi bagi Monica adalah pola parenting atau pengasuhan yang selalu ada backup dari orang tua.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor