- FIFA dan IFAB resmi memberlakukan aturan Anti-Arsenal Law untuk melarang tindakan blokir pemain pada situasi bola mati mulai Juli.
- Regulasi ini akan diterapkan perdana pada Piala Dunia 2026 guna menjaga sportivitas serta mencegah taktik menghalangi pergerakan lawan.
- FIFA juga memperketat aturan mengenai protes wasit, durasi pergantian pemain, serta larangan menutup mulut saat konfrontasi di lapangan.
Suara.com - FIFA bersama International Football Association Board (IFAB) resmi memperkenalkan aturan baru yang dijuluki Anti-Arsenal Law menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Regulasi tersebut ditujukan untuk membatasi praktik blokir pemain saat situasi bola mati seperti tendangan sudut dan tendangan bebas.
Aturan baru ini akan mulai diberlakukan pada Piala Dunia 2026 yang dimulai 11 Juni dan selanjutnya diterapkan di seluruh kompetisi utama dunia mulai Juli mendatang.
Dalam aturan tersebut, pemain yang sengaja menghalangi atau mencegah lawan memainkan bola saat situasi bola mati akan langsung dianggap melakukan pelanggaran.
Praktik yang terinspirasi dari konsep screen dalam bola basket itu selama beberapa musim terakhir semakin sering digunakan oleh klub-klub elite.
FIFA dan IFAB menilai aksi dorong-mendorong serta blokir pemain dalam skema set-piece telah melampaui batas dan perlu dikendalikan demi menjaga sportivitas pertandingan.
Sebagai contoh, FIFA menyoroti gol Timnas Inggris ke gawang Uruguay dalam laga uji coba pada Maret lalu.
Gol yang dicetak Ben White tersebut dinilai tidak akan disahkan apabila aturan baru sudah berlaku.
Dalam proses terciptanya gol, Adam Wharton dan Harvey Barnes terlihat menghalangi pergerakan para pemain bertahan Uruguay saat situasi sepak pojok berlangsung.
Baca Juga: Timnas Inggris Target Juara Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Kantongi Formula Redam Cuaca Ekstrem
Aksi tersebut kini masuk kategori pelanggaran berdasarkan regulasi terbaru.
Aturan ini diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap sejumlah klub Liga Inggris, terutama Arsenal.
Klub asal London Utara tersebut dikenal sangat efektif memanfaatkan situasi bola mati sepanjang musim lalu.
Arsenal tercatat mencetak 25 gol dari skema set-piece di Liga Inggris, menjadikan mereka salah satu tim paling berbahaya dalam situasi bola mati.
Karena itulah aturan baru ini mendapat julukan tidak resmi sebagai "Anti-Arsenal Law".
Selain aturan mengenai bola mati, FIFA juga mengumumkan sejumlah perubahan regulasi lain yang akan berlaku di Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Timnas Inggris Target Juara Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Kantongi Formula Redam Cuaca Ekstrem
-
Prediksinya 3 Kali Benar Semua, Ekonom Jerman Ramal Belanda Sabet Gelar Piala Dunia 2026
-
Karut-marut Administrasi SAFA Hambat Timnas Afrika Selatan Terbang ke Meksiko
-
Kegagalan Arsenal di Liga Champions, Taktik Parkir Bus Mikel Arteta Berujung Petaka di Budapest
-
Marquinhos Bocorkan Obrolannya dengan Gabriel Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bedah Statistik: Ini Alasan Andoni Iraola Cocok Gantikan Arne Slot di Liverpool!
-
Timnas Inggris Target Juara Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Kantongi Formula Redam Cuaca Ekstrem
-
Liverpool Bidik Andoni Iraola Demi Mengembalikan Karakter Permainan Agresif di Anfield
-
Misteri Pemanggilan Vickery dan Baker ke TC Timnas Indonesia: Strategi Cerdik John Herdman?
-
Prediksinya 3 Kali Benar Semua, Ekonom Jerman Ramal Belanda Sabet Gelar Piala Dunia 2026
-
Herdman Samakan Potensi Mathew Baker dengan Bintang Kanada, Siapkan Jalur Kilat ke Timnas Senior
-
10 Tim yang Pernah Juara Back-to-Back Liga Champions: PSG Masuk Daftar Elit!
-
Karut-marut Administrasi SAFA Hambat Timnas Afrika Selatan Terbang ke Meksiko
-
3 Pemain Timnas Indonesia U-19 yang Bisa Jadi Bintang Lawan Myanmar di Piala AFF U-19 2026
-
Kegagalan Arsenal di Liga Champions, Taktik Parkir Bus Mikel Arteta Berujung Petaka di Budapest