Sebuah video saat aparat polisi menegur warga yang mengenakan topi dibalik ketika masuk ke area Polres viral di media sosial. Terlihat salah seorang anggota polisi mendorong warga tersebut hingga terlibat perdebatan.
Dikutip dari video yang diunggah @Miss Tweet terlihat seorang anggota polisi beberapa kali mendorong seorang warga.
Polisi tersebut memperingatkan agar warga tersebut memperbaiki letak topi yang dikenakannya. Ia menanyakan kenapa topinya dipakai dengan cara dibalik.
Sementara itu, warga yang merasa tak bersalah berulang kali menyanggah dan tak terima dengan perlakuan yang dilakukan polisi tersebut.
Benarkah masalahnya hanya karena topi dibalik?
Penjelasan
Video kejadian polisi yang mendorong seorang warga tersebut diketahui terjadi di Polres Konawe.
Kejadian polisi yang diduga mendorong warga dan menegur gegara letak topinya yang dibalik itu pernah diunggah pada 2019 silam.
Video itupun pernah viral di media sosial Facebook.
Baca Juga: AHY Bakal Sampaikan Pidato Politik Besok, Jelaskan Perkembangan Koalisi Perubahan
Saat ditelusuri, berdasar informasi yang dibagikan Kominfo.go.id, bahwa narasi yang tergambar di video singkat tersebut tidak seperti yang sebenarnya terjadi.
Kasubbag Humas Polres Konawe Ipda Alboin Lubis mengungkapkan bahwa warga yang ditegur polisi itu merupakan anggota LSM, jumlahnya ada dua orang. Mereka kerap mendatangi Polres Konawe.
Secara aturan setiap pengunjung di Polres Konawe harus meninggalkan KTP asli di pos penjagaan. Tapi salah seorang warga tersebut dianggap tidak sopan saat meletakkan KTP di pos penjagaan.
Salah seorang di antaranya meletakkan KTP dengan cara tidak sopan yakni dilempar ke arah kotak yang digunakan sebagai wadah. Setelah melempar orang tersebut membalikkan topi yang dikenakannya.
Melihat tindakan itu Aipda Wigi yang ketika itu berjaga menghampiri warga tersebut dan memeringatkan untuk tak melempar KTP dan membalikkan topinya.
Kesimpulan
Unggahan Miss Tweet yang berisi narasi video polisi mendorong warga hanya gegara topi dibalik tidak tepat.
Konten tersebut masuk kategori disinformasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Nostalgia Pecah! F4 Reuni di Jakarta, Ajak Ribuan Penggemar Karaoke Massal OST Meteor Garden
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Wasit Final Liga Champions Daniel Siebert: Klub Inggris Lebih Sering Menang, PSG Waspada
-
Review Film Faces of Death: Versi Remake yang Lebih Intens dan Realistis!
-
Panen Cuan! Arsenal Sudah Kantongi Rp 2 Triliun di Liga Champions Musim Ini
-
Bukan Sekadar Perebutan Emas, Gold Land Juga Menyoroti Sisi Gelap Manusia
-
Tim Gabungan Polresta Solo Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Jelang Libur Panjang
-
Respons Bahlil Lahadalia soal Lagu 'MBG' Bikin Warganet Gemas: Enggak Paham Sarkas?
-
Geger Kabar Minati Julian Alvarex, Barcelona Malah 'Dibully' Atletico Madrid
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!