/
Jum'at, 17 Maret 2023 | 11:54 WIB
Istri eks Kapolres Bukittinggi bocorkan rekaman pembicaraan Teddy Minahasa yang siapkan skenario buang badan soal narkoba ([Twitter])

Fakta mengejutkan mencuat di persidangan kasus narkoba yang menjerat eks Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa. Istri mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara yakni Rakhma Darma Putri bocorkan percakapan telepon soal skenario buang badan

Dalam percakapan telepon yang videonya salah satunya diunggah akun Pocut Sarina terlihat majelis hakim tengah memperdengarkan rekaman telepon yang berisi percakapan Teddy Minahasa soal skenario buang badan dalam kasus narkoba yang menjeratnya. 

Di percakapan itu Teddy minta agar Dody menjadi satu penasihaat hukum dengannya. 

"Nah jadi kalau sekarang kondisinya Dody jadi satu sama Anita lawyernya sama nanti memberatkan Dody. Mana bisa lawyer ngga dibayar gitu, dibayar negara paling berapa. Dia pasti ngikutin maunya penyidik," kata Teddy dalam rekaman yang diperdengarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu kemarin. 

Lebih lanjut Teddy kemudian merancang skenario untuk melemparkan kasusnya ke Syamsul Ma'arif yang merupakan asisten Dody. 

"Kita buang badan ke Arif gitu loh neng paham ya neng," ucapnya. 

Rakhma pun sempat menanyakan perihal buang badan yang dimaksud. 

"Maksudnya buang badan, abang ngga ngerti itu pak, izin buang badan tuh," tanya Rakhma.

"Buang badan itu maksudnya ya ini barang semua milik Arif, jadi misal itu ada barang di rumah Dody 2kg bilang aja itu milik Arif. Kalo kita dipisahkan oleh lawyer begini kan susah," jelas Teddy. 

Baca Juga: 5 Drama Terbaru Jang Nara yang Mau Ulang Tahun ke-42, Paling Baru Bintangi Serial Family Bareng Jang Hyuk

Bukti percakapan Teddy Minahasa itupun menuai beragam komentar netizen.

"Ohh gitu cara maennya dah 2 jenderal membongkar cara2 keji bikin skenario kejahatan mereka," tulis Aki.

"Hancur negara jika para pemangku jabatan dzolim semua," kata aries.

"Licik jahat serakah dan rakus, layak dihukum mati. Jenderal perusak generasi bangsa," kata ojo lali.

"Ngeri banget ini kasus lebih parah dari Sambo..narkoba bisa merusak bahkan membunuh ratusan bahkan ribuan anak bangsa, wajib hukuman mati," tulis Putra.   

Load More