Fakta mengejutkan mencuat di persidangan kasus narkoba yang menjerat eks Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa. Istri mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara yakni Rakhma Darma Putri bocorkan percakapan telepon soal skenario buang badan.
Dalam percakapan telepon yang videonya salah satunya diunggah akun Pocut Sarina terlihat majelis hakim tengah memperdengarkan rekaman telepon yang berisi percakapan Teddy Minahasa soal skenario buang badan dalam kasus narkoba yang menjeratnya.
Di percakapan itu Teddy minta agar Dody menjadi satu penasihaat hukum dengannya.
"Nah jadi kalau sekarang kondisinya Dody jadi satu sama Anita lawyernya sama nanti memberatkan Dody. Mana bisa lawyer ngga dibayar gitu, dibayar negara paling berapa. Dia pasti ngikutin maunya penyidik," kata Teddy dalam rekaman yang diperdengarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu kemarin.
Lebih lanjut Teddy kemudian merancang skenario untuk melemparkan kasusnya ke Syamsul Ma'arif yang merupakan asisten Dody.
"Kita buang badan ke Arif gitu loh neng paham ya neng," ucapnya.
Rakhma pun sempat menanyakan perihal buang badan yang dimaksud.
"Maksudnya buang badan, abang ngga ngerti itu pak, izin buang badan tuh," tanya Rakhma.
"Buang badan itu maksudnya ya ini barang semua milik Arif, jadi misal itu ada barang di rumah Dody 2kg bilang aja itu milik Arif. Kalo kita dipisahkan oleh lawyer begini kan susah," jelas Teddy.
Bukti percakapan Teddy Minahasa itupun menuai beragam komentar netizen.
"Ohh gitu cara maennya dah 2 jenderal membongkar cara2 keji bikin skenario kejahatan mereka," tulis Aki.
"Hancur negara jika para pemangku jabatan dzolim semua," kata aries.
"Licik jahat serakah dan rakus, layak dihukum mati. Jenderal perusak generasi bangsa," kata ojo lali.
"Ngeri banget ini kasus lebih parah dari Sambo..narkoba bisa merusak bahkan membunuh ratusan bahkan ribuan anak bangsa, wajib hukuman mati," tulis Putra.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cceres Bongkar Provokasi Kylian Mbappe: Mau Cium Saya? Kalau Mau Ayo
-
Satu Platform, Satu Lifter: Aturan Gym yang Jadi Pemicu Kasus Viral Nyimas Laula
-
Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka
-
Jembatan Ampera hingga Masjid Agung Palembang Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional
-
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare