Suara Joglo - Balap liar memang menjadi persoalan di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur. Ada banyak video keluhan warganet terkait balap liar.
Salah satunya video yang viral baru-baru ini. Seorang pria menodongkan benda menyerupai pistol untuk membubarkan balap liar viral di media sosial.
Peristiwa ini disebut-sebut berada di kawasan Ring Road Barat, Madiun, Jawa Timur. Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @andreli_48.
Dalam potongan video tersebut terlihat suasana di jalan raya ring road yang cukup ramai oleh para pemuda yang mengendarai sepeda motor.
Bahkan, di pembatas jalan terlihat sejumlah pemuda yang berkerumun.
Terlihat seorang pemuda mengenakan kaos hitam dan celana pendek bersiap untuk balapan. Diduga, pemuda tersebut merupakan joki balap liar.
Tiba-tiba, saat menggeber-geber motor, seorang pria mengenakan jaket putih langsung duduk di belakang motor. Ia menodongkan pistol ke leher pemuda tersebut.
Sontak kerumunan orang di sekitar motor itu langsung gaduh dan membubarkan diri.
Dilansir dari beberapa sumber, Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Tatar Hernawan menyebut, sosok pria misterius yang menodongkan pistol dalam video viral tersebut bukan anggota Polres Madiun.
Baca Juga: Love Is Blind, Kolaborasi Dewa 19 dengan Eks Dream Theater hingga Mr. Big Dirilis
Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap sosok pria misterius yang menodong pistol di aksi balap liar pada Sabtu (1/4/2023) dini hari itu.
Sejumlah warganet pun turut berkomentar pada unggahan tersebut.
"Kalau dulu di tempatku intelnya pada standby di tikungan, pas sudah mulai start langsung serentak nendangin pelaku yang naik motor sampai terjungkal," kata romie***
"Kok gak pas lewat bus sumber kencono. Sekalian ditabrak," ujar ridwan***
"Setuju sih kalau tujuannya untuk menakut-nakuti aja, karena sudah dihimbau masih aja tetap balapan," komen sambe***
"Bubarin kayak gitu sih gampang. Nyalakan sirine dari jauh, dijamin pada bubar," komen moto***
"Bagaikan semut disiram air, bubar," kata yudi***
Berita Terkait
-
Pria Meninggal Usai Disuruh Dorong Motor Tujuh Kilometer, Polisi: Bukan Sanksi atau Hukuman
-
Seri Perdana Kejurnas Mandalika, Astra Honda Berjaya Sabet Podium Tertinggi
-
Alvaro Bautista Menang Beruntun di WSBK Mandalika 2023, Kibaran "Red Flag" Jadi Momentum
-
WSBK Kembali Digelar di Mandalika, Ini Pembenahan yang Dilakukan Bandara Lombok
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan