Suara Joglo - Hari ini bila Anda membuka Twitter akan muncul kalimat 'Gorengan Harga Mati' beberapa kali memuncaki trending topik. Gorengan harga mati ini digelorakan warganet para pecinta gorengan sebagai menu buka puasa.
Di momentum Bulan Ramadhan seperti sekarang penjual gorengan memang banyak sekali dijumpai di pasar-pasar, area public space, sampai pinggir-pinggir jalan. Peminatnya pun banyak. Dan gorengan ini menjadi salah satu menu favorit buka puasa.
Jenis jajanan gorengan pun banyak. Mulai dari pisang goreng, tempe goreng, tahu isi, tahu goreng, ketela goreng, tempe mendoan dan sebagainya. Jajanan semacam ini banyak sekali dijumpai di lapak-lapak penjual gorengan.
Meskipun begitu, bagi sebagian orang jajanan gorengan ini dianggap kurang sehat. Tapi bagi masyarakat Indonesia, sehat atau tidak sehat agaknya nomor dua, pertama tetap enak.
Mungkin karena hal itu jajanan gorengan ini sangat populer, apalagi sebagai menu buka puasa seperti sekarang ini. Dan mungkin karena hal itu pada akhirnya warganet pun ramai-ramai menggelorakan Gorengan Harga Mati.
"Sampai saat ini gaada yg bisa ngalahin tahta gorengan kalo buat buka puasa, bikos Gorengan Harga Mati ets jangan lupa minumannya juga harus yg manis² seperti sariwangi ," @jo_limits
"Jujur nih gue kalo makan apapun pasti harus ada gorengan, minumnya teh sariwangi fav keluarga gue. Kalo gada mereka rasanya kurang enak aja pokoknya Gorengan Harga Mati buat gue sm keluarga gue," tulis akun @kudila_
"Gorengan Harga Mati rill no debat buat menu berbuka puasa dan tentunya jangan lupa minumnya pake teh sariwangi," tulis akun @cikakohl.
"Emang gaada obat deh buka minum sariwangi ditemenin sama gorengan, emang mantep sih nodebat Gorengan Harga Mati," tulis akun @txtpesangalau.
Baca Juga: Jodoh? Fuji Ungkap Sikap Thariq Halilintar Mirip dengan Haji Faisal dan Bibi Adriansyah
"Gorengan Harga Mati sih kalo buat menu buka puasa emang paling cocok ditambah teh sariwangi anget pake gelas plastik. pokonya nikmat banget," tulis akun @orangtuaangkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Di Balik Ramainya Takjil Ramadan, Ancaman Sampah Sekali Pakai Meningkat
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian
-
Naik ke Penyidikan! Kasus Kematian NS di Jampangkulon Temukan Titik Terang, Ibu Tiri Jadi Sorotan
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut
-
Nintendo Switch Disita, Viral Bocah 11 Tahun Tembak dan Bunuh Sang Ayah
-
Antisipasi Risiko Fraud, Asosiasi Investigator Internal Resmi Dibentuk
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Viral Video Remaja Banyumas Pukul Kepala Temannya karena Tak Puasa
-
7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri