Suara Joglo - Organisasi sepak bola dunia (FIFA) tidak memberikan sanksi berat pada sepak bola Indonesia. Kepastian ini mengemuka setelah Ketum PSSI Erick Thohir menemui Presiden FIFA Gianni Infantino.
Upaya Indonesia lewat Ketum PSSI Erick Thohir itu menuai respons dari berbagai pihak, salah satunya pengamat olahraga dan sepak bola Gita Suwondo. Ia mengapresiasi perjuangan Erick Thohir dalam meminimalkan sanksi FIFA terhadap Indonesia.
"PSSI melalui ketua umumnya, Erick Thohir, sudah memperjuangkan sepak bola Indonesia di FIFA. Perjuangan itu merupakan usaha yang terbaik yang dilakukan oleh Ketua Umum PSSI," ucap Gita Suwondo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Gita mengatakan bahwa Erick Thohir sudah mampu membawa Indonesia bebas dari hukuman terberat FIFA, yakni pembekuan Indonesia. Keberhasilan Erick Thohir memberikan kesempatan bagi timnas Indonesia untuk tetap bermain di kancah internasional.
"Itu yang paling utama. Dalam waktu dekat, Bali United dan PSM Makassar akan melakukan playoff di Liga Champions Asia 2023—2024," kata Gita.
Gita menilai dampak hukuman administratif yang diberikan FIFA terhadap Indonesia sangat minor bagi pengembangan sepak bola di Tanah Air.
Dengan jabatan Erick sebagai Menteri BUMN dan latar belakang Erick sebagai pengusaha, menurut Gita, dana pengembangan sepak bola di Indonesia tak akan menjadi permasalahan yang berat baginya.
Gita optimistis pengembangan sepak bola di Indonesia masih dapat ditangani dengan mudah oleh Erick.
Saat ini, Liga 1 sudah memiliki sponsor. Oleh karena itu, kata dia, Erick harus bisa mencari alternatif pembiayaan untuk menjalankan Liga 2, Liga 3, U-20, dan U-17 serta mengembangkan infrastruktur sepak bola di Indonesia, termasuk untuk pembinaan sepak bola lainnya seperti sepak bola wanita.
Baca Juga: Warganet Bertanya-tanya Ruben Onsu Nampak Kian Kurus, Apa Penyakitnya Kambuh Lagi?
"Kepiawaian Erick Thohir menggali berbagai sumber dana untuk pengembangan sepak bola nasional saat ini memang benar-benar diuji. Saat ini Ketua PSSI harus bekerja lebih keras lagi untuk mengembangkan sepak bola Indonesia," kata Gita.
Berita Terkait
-
Endri Erawan: Indonesia Siap Jika Ditunjuk sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-17
-
Indra Sjafri Akui Pemain Timnas Indonesia U-22 Gembira Dengar Kabar dari Ketum PSSI
-
Indonesia Terhindar dari Sanksi Berat FIFA, Timnas U-22 Gelar Syukuran
-
CEK FAKTA: Indonesia Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Orang Mulai Curhat ke Chatbot, Psikolog UGM: Profesi Kami Bisa Tergeser AI
-
Rektor Jadi Tersangka, KPK Bongkar Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed
-
HP Xiaomi RAM 12 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan untuk Multitasking Berat dan Fotografi Terbaik
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
-
Gibran Turun Gunung, Cicilan Utang Korban Gempa NTT Bakal Dapat Kelonggaran
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar
-
Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal