Suara Joglo - Baru-baru ini beredar kabar jika pembangunan Training Center kemunginkan terancam gagal untuk direlisasikan.
Hal tersebut tak lepas dari sanksi yang diterima PSSI usai batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, yang mana FIFA menghukum Indonesia dengan sanksi administratif.
Adapun sanksi administratif yang dimaksud adalah membukakan dana FIFA Forward sebesar Rp18 Miliar yang rencananya akan digunkan oleh PSSI untuk membangun Training Center di IKN.
Lantas bagaimana masa depan Training Center di IKN? Akankah benar-benar batal usai FIFA membekukan dana yang diberikan kepada setiap negara anggotanya? Berikut faktanya.
Fakta Training Center IKN Batal Dibangun
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapakn jika dana yang dibekukan oleh FIFA dinilai sangatlah berat. Bahkan Erick Thohir mengklaim jika sebagian dana akan dialokasikan untuk membiayai pembangunan TC di IKN.
"Itu yang sekarang dibekukan. Buat PSSI, ini berat. Dana itu memang bukan yang sangat besar, tapi tetap dana itu buat pembinaan. Ada komitmen juga dana dari FIFA Forward untuk membiayai TC di IKN," ucap Erick Thohir dilansir dari akun Instagram @blitznews.com (11/04/2023).
Lebih lanjut Erick Thohir menilai jika sanksi tersebut sangat berat bagi PSSI, mengingat ada rencana dan program besar di dalamnya.
"Jadi buat PSSI, ini sesuatu yang berat. Berapapun nilainya, karena ada program besar di situ. Menurut saya, kalau dianggap semata-mata sanksi administrasi, buat PSSI ini sanksi berat karena ada payung untuk bikin TC di IKN," tambahnya.
Dalam pernyataan di atas tidak ada indikasi bahwa pembangunan Training Center di IKN batal. Hanya saja erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI merasa keberatan akan sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada PSSI.
Jadi kesimpulannya, masa depan pembangunan Training Center di IKN bisa saja dilanjutkan dan bisa saja tidak jadi. Semua itu tergantung kesiapan dana dari PSSI dan pemerintah dalam merealisasikan hal tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Diskon Gede di Gerai ADLV, Cukup Bayar Pakai QRIS BRImo atau Kartu BRI!
-
Jawa Barat Masuk Puncak Musim Kemarau
-
Bela Puan Maharani, Hasto Tegaskan Komitmen PDIP Garap RUU Perampasan Aset Tak Perlu Diragukan
-
Mengulas Warisan Abadi Romcom Remaja dalam Film 10 Things I Hate About You
-
6 Sunscreen Anti Aging yang Mengandung Bahan Alami sesuai Review dan Harga
-
Febrie Adriansyah Kalah! Hakim Tolak Praperadilan Status Tersangka dan Penahanan Kasus TPPU
-
Jakmania Boikot Persija, Rizky Ridho Akhirnya Angkat Bicara: Kami Butuh Kalian!
-
Awas Ketipu Angka Palsu! Ini Cara Cek Odometer Motor Bekas yang Asli Belum Direset
-
Andalkan AI Benahi Desil, Luhut: Orang Tak Bisa Sembunyikan Data Lagi
-
322 Orang Ditangkap Buntut Demo 27 Agustus, 48 Jadi Tersangka