PSIS Semarang bakal melawan Bali United di laga terakhir Liga 1 2022/2023 yang digelar di Stadion Maguwoharjo pada Rabu (12/4/2023) nanti malam.
Laskar mahesa jenar mengincar mendapatkan poin penuh pada laga tersebut.
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius mengungkapkan melawan Bali United bukan hal yang mudah.
"Persiapan seperti biasa kami mempersiapkan untuk melawan tim yang bagus punya pelatih berpengalaman salah satu pelatih sukses di Indonesia, Bali United punya skuad bagus, tentu akan jadi laga tidak mudah bagi PSIS," ujarnya di Sleman pada Selasa (12/4/2023).
Menurutnya Bali United mengalami beberapa perubahan dalam skuadnya. Tentu hal itu perlu diwaspadai PSIS Semarang.
"Putaran pertama dan kedua tentu beda, tim juga banyak berubah meski Bali United tengah hasil kurang bagus tapi itu normal dalam sepakbola seperti laga terakhir waktu Bali lawan Sleman mereka sebetulnya tampil bagus dan punya banyak peluang tapi itu hasil tak adil bagi Bali," ucapnya
Namun demikian, jelang laga terakhir, PSIS Semarang harus kehilangan dua pemain andalannya.
"Yang absen Dewangga dan Adi Satryo karena ikut Timnas tapi saya percaya dengan pemain pengganti untuk bisa memberikan 100% dan tampil seperti di dua game terakhir," ujarnya.
Sementara itu Pemain PSIS Semarang, Wawan Febrianto menyebut mereka sudah siap menghadapi Bali United.
Baca Juga: 5 Fakta OTT Pejabat Balai Perkeretaapian Jawa Tengah, KPK Sita Mata Uang Asing
"Kami sudah siap untuk pertandingan besok, apalagi di laga terakhir PSIS meraih hasil positif mudah-mudahan besok bisa berlanjut," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026