/
Rabu, 12 April 2023 | 20:29 WIB
Pesepakbola Persib Bandung Frets Butuan (atas kiri) berebut bola dengan pemain Borneo FC M.Sihran (bawah) dalam laga lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (26/1/2023)

Bukan hal baru dalam pertandingan kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 sering terjadi para pemain yang mengulur-ulur waktu.

Biasanya, pemain akan mengulur-ulur waktu entah cedera saat timnya sedang unggul dan memasuki akhir pertandingan.

Kondisi itu nampaknya membuat geram pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll.

Menurutnya, para pemain yang suka berpura-pura cedera dan membuang-buang waktu di akhir pertandingan BRI Liga 1 2022/2023.

"Banyak pemain yang selalu berbaring dalam setiap menitnya, dan seolah mereka harus dibawa oleh ambulans. Kami tidak bisa memainkan sepak bola dengan normal. Hal-hal semacam ini harus diselesaikan," kata Thomas Doll dilansir dari unggahan akun Instagram @garudafansbook, Rabu (12/4/2023).

Menurutnya, pecinta sepak bola Indonesia bisa melihat permainan yang lebih baik dan tidak terlalu banyak berhenti.

Sebab, lanjut eks bintang Lazio itu, orang yang menonton di televisi dan stadion, mereka ingin melihat pertandingan sepak bola dan bukan setiap menit berhenti atau berkelahi.

"Kondisi ini harus berubah pada musim depan. Saya berharap mereka dapat duduk bersama setelah musim berakhir, PSSI, wasit, dan mereka yang mempunyau aturan," tutur arsitek asal Jerman itu.

Ketimbang dengan akting pemain, Thomas Doll malah heran wasit lebih memperhatikan gerak-geriknya yang keluar sekitar 10 centimeter dari area pelatih di pinggir lapangan.

Baca Juga: Kapan Sidang Isbat Idul Fitri 2023? Catat Tanggalnya!

 "Itu adalah satu-satunya hal yang mereka katakan kepada saya. Mereka mesti mengubah ini. Kemudian, kita bisa membuat langkah selanjutnya untuk membuat sepak bola yang sedikit lebih baik," ungkap Thomas Doll.

Untuk itu, Thomas Doll enggan melihat pemain Persija Jakarta pura-pura cedera untuk mengulur-ulur waktu.

"Jadi, saya tidak mau pemain lawan juga seperti ini karena ini bukan bagian dari sportivitas," terang mantan arsitek Borussia Dortmund tersebut.

Load More