Suara Joglo - Orang-orang Mesir ternyata benar-benar kepincut sabun dan produk pembersih buatan Indonesia. Ini terbukti dengan tingginya ekspor produk ke sana, meskipun bea masuk ke Mesir bisa dibilang tinggi.
Saat ini bea masuk mencapai 40 sampai 60 persen. Saat ini pemerintah tengah melakukan negosiasi-negisasi dengan pemerintah Mesir agar kenaikan bea masuk tersebut bisa segera diatasi. Sebab pemintaan sabun dan produk pemberih ini benar-benar diminati pasar di sana.
Hal ini diungkap KBRI Kairo dalam keterangan tertulisnya pada Senin (17/04/2023). Seperti disampaikan Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf, Mesir sebagai negara pusat kegiatan (hub) masih berpeluang besar untuk dikembangkan pasar produk sabun dan turunannya.
"Produk sabun Indonesia sudah dikenal baik oleh warga Mesir meskipun bea masuk tinggi, tetap produk sabun Indonesia masih dicari," tutur Dubes Lutfi, dalam pertemuan bisnis dan temu budaya di Bayt Nouh, Kota Tanta, Provinsi Gharbia pada 15 April lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Lutfi menyerahkan bingkisan produk Indonesia kepada para pimpinan Polaris for General Supply dan Sky Line for Export & Import, serta piagam penghargaan dari Menteri Perdagangan RI kepada Mohamed Khalaf, Direktur United for Trading and Investment yang selama ini loyal mengimpor produk sabun Indonesia.
Atase Perdagangan KBRI Kairo M Syahran Bhakti mengatakan bahwa perwakilan RI di Mesir berupaya untuk melakukan negosiasi-negosiasi dalam kerangka hubungan perdagangan bilateral Indonesia-Mesir, sehingga bea masuk untuk beberapa produk seperti sabun, yang mencapai 40-60 persen, dapat diatasi.
Berdasarkan data Biro Statistik Mesir (CAPMAS), ekspor produk sabun Indonesia pada Januari-Desember 2022 sebesar 159 ribu dolar AS (sekitar Rp2,3 miliar) atau naik 3,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan pangsa pasar 0,12 persen.
Sementara ekspor produk sabun HS code 3401 sebesar 280 ribu dolar AS (sekitar Rp4,1 miliar) dengan pangsa pasar sebesar 0,80 persen.
Pesaing utama Indonesia dalam ekspor produk sabun ke Mesir yaitu Uni Emirat Arab dengan pangsa pasar 50,61 persen, Turki (7,23 persen), Jerman (2, 25 persen), Prancis (2,14 persen), dan Arab Saudi (1,99 persen).
Baca Juga: Gus Muhaimin Dukung Luhut Tolak APBN sebagai Jaminan Kereta Cepat
Menurut Syahran, tingginya pasokan produk sabun dari Emirat ini ke pasar Mesir karena Emirat juga salah satu importir sabun terbesar Indonesia.
Dalam laporan Trademap, pada 2021, nilai impor sabun UAE secara global mencapai 335,34 juta dolar AS (hampir Rp5 triliun), dengan 35,66 juta dolar AS (sekitar Rp526,4 miliar) di antaranya dari Indonesia.
"Emirat merupakan salah satu negara mitra dagang Mesir dan terikat dengan perjanjian dagang yang memudahkan produk UAE masuk ke pasar Mesir," kata Syahran. ANTARA
Berita Terkait
-
Jangan Sembarangan, Ini Hal yang Sering Disepelekan padahal Bisa Bikin Mandi Junub Tidak Sah
-
6 Negara Ini Mulai Puasa Ramadhan pada Kamis 23 Maret 2023
-
Ada Pewarna dan Wewangian! Ini 4 Alasan Tak Boleh Mencuci Wajah Pakai Sembarang Sabun
-
Ramah Kantong! Rekomendasi Face Wash di Bawah 30 Ribu Ini Aman untuk Remaja
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123