Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menjadi buah bibir karena dituding melakukan intimidasi kepada orang tua Bima Yudho yang mengkritik pemprov Lampung.
Banyak netizen yang menyoroti kekayaan Arinal Djunaidi. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Gubernur Lampung memiliki jumlah kekayaan senilai Rp22,6 miliar.
"LHKPN dilaporkan pada 22 Maret 2022 untuk periodik 2021," tulis data tersebut dikutip dari elhkpn.kpk.go.id, Senin (17/4/2023).
Arinal memiliki harta kekayaan yang tersebar dalam bentuk aset juga. Ia memiliki tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Bandar Lampung, Kota Lampung. Ada juga di Kota Bogor, Kota Tangerang dan Kabupaten Sleman, DIY.
"Untuk total harga tak bergerak milik Arinal Djunaidi berjumlah Rp7 miliar," tulisnya.
Tidak dijelaskan pasti letak aset harta tak bergerak Gubernur Lampung ini yang ada di Sleman. Meski demikian, memiliki tanah atau bangunan di Sleman cukup jitu menyusul banyaknya progres lokasi wisata dan pemabangunan di DIY.
Selain tanah dan bangunan, Arinal juga tercatat memiliki kendaraan berupa mobil Toyota Camry 2013 dan Honda BRV 2016. Untuk harta berupa kendaraan milik Arinal Djunaidi senilai Rp494.627.000.
Dari harta kekayaan itu, Arinal juga memiliki hutang senilai lebih dari Rp14 juta.
Seperti diketahui, Provinsi Lampung menjadi viral akhir-akhir ini setelah seorang pemuda bernama Bima Yudho mengkritisi Pemprov Lampung dalam pembangunan infrastruktur.
Hal itu menyusul banyaknya bangunan mangkrak, bahkan beberapa akses jalan besar yang rusak tak kunjung dibenahi oleh pemerintah setempat.
Melayangkan kritikan kepada pemerintah, Bima Yudho justru dilaporkan oleh pengacara asal Lampung karena dituding melayangkan SARA dengan menyebut jalanan Lampung Dajjal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas