Dua bulan nasib pilot Susi Air bernama Philips Mark Marthens yang disandera oleh KKB mulai sedikit menemui titik terang.
Polda Papua akan melakukan negosiasi untuk pembebasan sang pilot dari bayang-bayang kelompok OPM ini. Menanggapi hal tersebut, Komnas HAM meminta aparat penegak hukum mengutamakan negosiasi yang baik dan keselamatan Philips Mark.
"Sudah dua bulan lebih pilot Philips Mark ditahan dan berbagai upaya dilakukan untuk pembebasannya. Namun masih gagal," terang Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey dikutip dari Suara.com, Selasa (18/4/2023).
Komnas HAM Perwakilan Papua juga sudah bertemu dengan Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri pada 14 April 2023 lalu untuk membebaskan pilot asal Selandia Baru tersebut.
Secara garis besar, kelompok OPM ini bersedia membebaskan sang pilot. Mereka meminta agar TNI-Polri ditarik mundur dari seluruh Papua.
"KKB (Kelompok OPM) ini bersedia membebaskan pilot Philips melalui diplomasi. Maka dari itu proses pembebasan ini harus diutamakan negosiasinya," terang Frits.
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri pihaknya tengah melakukan upaya penegakan hukum. Ia mengedepankan upaya negosiasi dengan OPM untuk pembebasan sang pilot.
"Tetapi kita juga kedepankan penindakan yang terukur. Sehingga kami mempersilakan Komnas HAM melakukan upaya komunikasi dan negosiasi untuk pembebasan pilot sesuai prinsip HAM," ungkap Kapolda.
Baca Juga: Pilot Susi Air yang Disandera Diduga Masih Hidup bersama KKB
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
BYD Atto 1 Minggir Dulu, Ini Mobil Listrik Paling Diminati di Indonesia
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Erin Taulany Siap Buka-bukaan di Kantor Polisi, Bantah Tuduhan Penganiayaan ART
-
5 Parfum Aroma Mewah di Indomaret, Wanginya Elegan Bikin Percaya Diri
-
Siap-siap War, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd Via MyBCA
-
Mengatur Kembali Arah Hidup dari Buku Tiada Ojek di Paris
-
Bupati Sukabumi Bantah Masjid Al Afghani Mangkrak, Asep Japar: Terkendala Keterbatasan Anggaran