/
Sabtu, 22 April 2023 | 14:06 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri resmi menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres dari PDIP pada Jumat (21/4/2023). ((Foto dok. PDIP))

Diusungnya Ganjar Pranowo sebagai bakal capres pada Pemilu 2024, berpengaruh terhadap koalisi besar lima partai.

Pengamat Politik di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), Ahmad Atang mengemukakan bahkan ada pergeseran koalisi yang sebelumnya terencana.

"Nah masuknya Ganjar sebagai figur capres ini menambah tiga figur, Prabowo Subianto, Anies Baswedan sebagai tokoh capres yang kerap menduduki peringkat atas di sejumlah lembaga survei. Artinya gagasan koalisi besar ini bisa jadi berubah," katanya, Sabtu (22/4/2023).

Ahmad melanjutkan bahwa ada peran dari Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang bisa mengubah koalisi besar ini setelah mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres.

Di sisi lain, Ahmad membaca bahwa penetapan Ganjar melahirkan dua pandangan, pertama tidak dapat disangkal bahwa posisi Ganjar Pranowo sebagai capres mendapatkan resistensi dari internal PDIP struktural.

Bahkan pada titik tertentu terdapat diskriminasi dan kriminalisasi terhadap gerak langkah Ganjar.

"Dengan direstuinya, Ganjar sebagai capres, apakah karena PDIP secara psikologis ada keterpaksaan karena tidak ada figur lain?," katanya.

Pada pandangan kedua, Gubernur Jawa Tengah ini dari awal sudah dipersiapkan sebagai capres. Tentunya dinamikan dari internal PDIP ini dapat dibaca sebagai rekayasa politik untuk menaikkan popularitas Ganjar.

Meski muncul dua pandangan tersebut, Ganjar sudah resmi diusung oleh PDIP untuk maju dalam pertarungan Politik 2024 mendatang.

Baca Juga: Jokowi Sebut Beberapa Nama Potensial untuk Dampingi Ganjar, Hasto: Itu Bagian dari Proses Komunikasi

Maka dari itu, peta koalisi tentu mengalami pergeseran. Ahmad memprediksi ada dua kemungkinan skema yang terjadi.

Pertama jika koalisi besar lima partai dipertahankan, nama Prabowo Subianto bisa jadi tetap diusung namun akan berbeda jalur dengan PDIP dengan capresnya sendiri.

Prediksi kedua, jika PDIP dan Gerindra tak mendapatkan kompromi politik yang menguntungkan, maka koalisi besar akan kembali ke awal.

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) akan mengusung Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar. 

Sementara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP akan bergabung bersama PDIP dengan mengusung Ganjar Pranowo.

Load More