Laura Meizani Nasseru Asry alias Lolly enggak kembali ke Jakarta untuk beberapa waktu ke depan. Anak sulung Nikita Mirzani ini memiliki alasan positif untuk tinggal di London, setelah diisukan kecewa dengan sikap dan meng-unfollow Instagram ibunya sendiri.
Lolly saat ini tengah melanjutkan pendidikannya di London. Namun dirinya justru mengalami kendala karena Nikita Mirzani enggan mengirimi uang untuk biaya pendidikannya.
Bukan tanpa alasan, hal itu berawal dari desakan Nikita Mirzani untuk memposting hal jelek tentang Antonio Dedola di Instagram milik Lolly.
Jika tidak dilakukan, Nikita Mirzani mengancam Lolly tidak akan membiayai sekolahnya di London.
"Bukannya aku ga mau bantuin, tapi aku di sini harus belajar, karena aku new student," ujar Lolly dikutip dari YouTube Antonio Dedola, Jumat (12/5/2023).
Lolly juga mengatakan Nikita Mirzani memintanya untuk tak melanjutkan sekolah karena tidak mengikuti apa yang dikehendaki ibunya. Hingga akhirnya pembiayaan untuk sekolah dihentikan oleh ibunya.
Lolly mengaku enggan untuk kembali ke Jakarta. Ia masih yakin bisa membanggakan orang tuanya dengan cara lain yang lebih positif.
Namun karena penghentian biaya itu, dirinya curhat ke gurunya dan mengadukan kepada Toni Dedola. Respon ayah sambungnya cukup positif dan menawarkan untuk membiayai sekolah dan mengadopsinya sebagai anak.
"Dia justru menawarkan bayar sekolahku di London dan adopsi aku," lanjut Lolly.
Lolly juga tak menyangka dengan perlakuan Toni yang berbeda dari ibunya. Meski sudah tak lagi menjadi suami sah, Toni masih menunjukkan peran ayah.
Lolly juga mengatakan tidak akan mengunggah hal-hal jelek terkait Toni seperti yang diminta ibunya. Bahkan teman-teman Lolly kerap menanyakan perseteruan Nikita dan Toni.
"Aku gak tau, itu hidupnya (Nikita), bukan aku," jawab Lolly ketika banyak temannya yang menanyakan.
Meski kecewa dengan Nikita Mirzani, Lolly berterima kasih dengan ibunya yang sudah membesarkan dia saat ini. Bahkan dari Nikita Mirzani, dirinya menejadi lebih dewasa.
"Jadi aku masih sanggup mengatasi masalah ke depan karena dia," ujar dia.
Perseteruan Nikita Mirzani dan Antonio Dedola, tak kunjung berakhir. Baik Nikita dan Toni saling menunjukkan pembenaran dan justru menyeret anaknya Lolly.
Belum ada penjelasan detail awal perseteruan itu terjadi. Namun hal itu dipicu setelah Toni memutuskan pergi dari rumah Nikita Mirzani dan dituding membawa barang-barang berharga miliknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!
-
Alasan Kulit Babi Banyak Digunakan di Industri Fesyen, Umat Muslim Harus Teliti sebelum Beli
-
Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!
-
Mengapa Nama Pemain Uzbekistan di Piala Dunia 2026 Berakhiran OV dan EV? Ini Fakta Sejarahnya
-
MBG Diperdebatkan, Siapa yang Paling Berkepentingan Program Ini Terus Jalan?
-
Update Top Skor Piala Dunia 2026, Lionel Messi Tak Sendiri di Puncak
-
DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804
-
Golkar Hormati Sikap Politik PDIP sebagai Penyeimbang: Biar Rakyat yang Menilai