Sevilla menang adu penalti dari AS Roma 4-1 di Final Liga Europa 2022/2023 yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Kamis (1/6/2023).
Nama kiper Sevilla, Yassine Bounou seakan menjadi tembok tebal bagi AS Roma saat adu tos-tosan terjadi. Berkat performanya, ia ikut membawa Sevilla meraih trofi turnamen tersebut
Momen adu penalti ini sedikit mengingatkan pada Piala Dunia 2022 lalu, di mana Bono sapaannya, juga berhasil mengalahkan Timnas Spanyol lewat adu penalti. Bono yang membela Timnas Maroko saat itu berhasil membawa timnya melaju ke perempat final Piala Dunia 2022.
Profil Yassine Bounou
Yassine Bounou, seorang kiper berusia 31 tahun, dilahirkan pada tanggal 5 April 1991 di Montreal, Kanada. Meskipun lahir di Kanada, Bounou memiliki kewarganegaraan Maroko yang menjadi identitasnya.
Awal karier Bounou sebagai seorang kiper dimulai ketika ia bergabung dengan akademi sepak bola Wydad Casablanca pada tahun 2010. Setelah dua tahun berlalu, pada tahun 2012, ia memutuskan melanjutkan karier di Spanyol dan bergabung dengan tim Atletico Madrid B.
Bersama Atletico Madrid B, Bounou pernah dipinjamkan ke Real Zaragoza. Performa yang gemilang yang ditunjukkan oleh Bounou membuatnya dipromosikan ke tim utama Atletico Madrid pada tahun 2016.
Namun, kebersamaan Bounou di Atletico Madrid tidak berlangsung lama karena pada tanggal 12 Juli 2016, ia memutuskan melanjutkan karier di Girona FC.
Pada tahun 2019, Bounou lebih sering dipinjamkan ke Sevilla. Kemudian, pada tanggal 4 September 2020, ia secara resmi menjadi kiper Sevilla setelah pindah dari Girona dengan nilai transfer sebesar Rp69,5 miliar.
Baca Juga: Jegal AS Roma di Adu Penalti, Sevilla Juarai Liga Europa 2022/2023
Performa cemerlang Bounou di level klub tidak hanya menarik perhatian timnya sendiri, tetapi juga Timnas Maroko. Pada tanggal 14 Agustus 2013, ketika usianya masih 22 tahun, Bounou melakukan debutnya bersama Maroko yang dikenal dengan sebutan Singa Atlas itu. Sejak saat itu, ia telah berpartisipasi dalam 48 pertandingan sebagai bagian dari timnas.
Membawa Sevilla unggul di Liga Europa 2022/2023, Bono hanya dimainkan enam kali oleh Jose Luis Mendilibar. Uniknya tiga pertandingan tak dimainkan, dua di antaranya, Sevilla menelan kekalahan, pertama kalah dari PSV Einhoven (2-0) dan Fenerbahce (1-0).
Bono mencatat dua kali cleansheet selama turnamen itu. Jumlah save yang berhasil dilakukan sebanyak lima kali.
Performa gemilangnya di Sevilla tak ayal menjadi pemain yang ikut memantaskan Sevilla sebagai juara di Liga Europa 2022/2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Panduan Lengkap Program Spesial BRI Multiguna untuk Karyawan
-
PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi
-
5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hentak Panggung Hammersonic 2026, Vokalis Speed Takjub Lihat Ribuan Hardcore Jakarta
-
Penyelundupan 1.532 Burung dalam Kardus Bekas Digagalkan di Tol Bakter
-
Dituduh Jual Skincare Merkuri, Heni Sagara Seret Buzzer hingga ke Pengadilan
-
Dochi Perkenalkan 'Senjata Baru' Pee Wee Gaskins di Hammersonic 2026, Keyboardist Pindah Haluan
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana