News / Nasional
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:58 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menggelar rapat bersama Kabinet Merah Putih dan Komisi VIII DPR RI di Hambalang, Rabu (17/6/2026).
  • Pertemuan tersebut fokus membahas laporan pelaksanaan ibadah haji serta rencana perbaikan layanan bagi seluruh umat Islam Indonesia.
  • Presiden turut memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk membahas pengembangan SDM serta kerja sama teknologi mineral.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Kepala negara juga dijadwalkan menerima Komisi VIII DPR RI.

Agenda pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tampak hadir di depan gerbang kediaman Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa.

Prasetyo mengungkapkan bahwa salah satu pembahasan dalam pertemuan di Hambalang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

"Bapak Presiden hari ini ada beberapa agenda. Yang pertama adalah beliau memenuhi permohonan dari Komisi VIII dan sekaligus dari tim pengawas haji dan dari Kementerian Haji untuk melaporkan pelaksanaan haji kita tahun 2026 ini," kata Prasetyo, Rabu (17/6/2026).

Selain Komisi VIII, Prasetyo mengatakan akan ada beberapa menteri yang turut dipanggil Prabowo ke Hambalang.

"Ini agenda rutin harian saja," ujar Prasetyo.

Salah satu menteri yang dipanggil adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Prabowo ingin mendengarkan laporan dari Brian.

"Beliau ingin mendapatkan update juga, memanggil Menteri Pendidikan Tinggi dan Sainstek. Sekali lagi ini berkenaan dengan masalah persiapan pengawakan sumber daya manusia kita yang beberapa sudah berjalan proses-proses pendidikan maupun latihan," kata Prasetyo.

"Dan juga update mengenai beberapa kerja sama dengan yang berkaitan dengan tempo hari kami sampaikan, berkenaan dengan masalah teknologi dan mineral kritis atau logam tanah jarang," sambungnya.

Baca Juga: Prabowo Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Pilih Fokus Selesaikan Urusan Dalam Negeri

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf juga hadir di Hambalang. Namun, ia tidak berbicara banyak mengenai agenda kedatangannya.

"Pasti bahas soal haji, tapi kepastiannya nanti nunggu dulu, nunggu hasil pertemuan, nanti aja ya," ujar Irfan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Terpisah, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa kedatangannya untuk menyampaikan laporan kepada Presiden terkait pelaksanaan ibadah haji.

"Hari ini dipanggil Pak Presiden untuk menyampaikan laporan terkait dengan pelaksanaan haji yang sudah berlangsung dan memang kan perhatian presiden terhadap impian seluruh umat Islam di Indonesia terkait hajinya yang pelayanannya prima itu adalah bagian penting," tutur Dahnil.

"Jadi, beliau ingin melihat dan mendengar perbaikan-perbaikan terkait dengan pelaksanaan haji selama ini," sambung Dahnil.

Dahnil menyiapkan sejumlah poin perbaikan pelaksanaan ibadah haji yang akan dilaporkan kepada Prabowo.

"Banyak banyak. Jadi, beberapa ada sekitar 20 poin perbaikan yang kita lakukan dan itu nanti akan disampaikan kepada Bapak Presiden. Catatan Pak Presiden adalah mimpi sebagian besar umat Islam itu harus dilaksanakan dengan baik dan hari ini kami ingin laporkan pelaksanaan haji tersebut," kata Dahnil.

Dahnil menegaskan bahwa Prabowo ingin memfasilitasi dengan baik harapan umat Islam terkait pelaksanaan ibadah haji, termasuk dari sisi pelayanan kesehatan.

"Semuanya-semuanya. Yang jelas Pak Prabowo ingin memfasilitasi mimpi umat Islam yaitu berhaji agar bisa berjalan dengan baik. Itu catatan pentingnya," kata Dahnil.

Load More