Akun youtube dengan nama Lidah Rakyat (https://www.youtube.com/@lidahrakyat6361) pada 23 Mei 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa Fadil Imran yang merupakan seorang Komisaris Jendral dan mantan Kapolda Metro Jaya dipanggil oleh DPR RI untuk diadili sebab beliau diduga menjadi dalang utama dari penembakan Habib Bahar bin Smith.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, faktanya apa yang disampaikan di dalam video tersebut bukanlah perihal panggilan terhadap Komjen Fadil yang diduga menjadi dalang utama dari kasus penembakan Habib Bahar bin Smith.
Pengunggah justru lebih menyampaikan perihal kasus penembakan Habib Bahar bin Smith yang masih belum menemukan titik terang sebab tidak terdapat saksi dalam kejadian tersebut.
Tak hanya itu, dalam unggahan tersebut pengunggah pun justru menggunakan potongan-potongan video yang juga tidak mendukung dari klaim yang disampaikan pada judul.
Contohnya saja seperti penggunakan cuplikan video milik KompasTV yang diunggah pada 15 Mei 2023 yang berisikan kesaksian kepolisian terkait hasil visum luka milik Habib Bahar bin Smith.
Oleh sebab itu, video dengan klaim bahwa Fadil Imran merupakan dalang dibalik penembakan Habib Bahar bin Smith adalah konten tidak benar karena hingga saat ini masih tidak terdapat pernyataan resmi yang disampaikan oleh pihak kepolisian.
Kesimpulan
Unggahan video sebuah akun youtube dengan klaim bahwa Fadil Imran yang menjadi dalang utama dalam kasus penembakan Habib bin Smith merupakan informasi yang tidak benar. Unggahan tersebut tidak sesuai baik dari cover dan judul dengan isinya.
Sumber: Turnbackhoax.id
Baca Juga: Menyoal Fenomena Pamer Gaya Hidup Mewah di Negara Pancasilais
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel