Asisten Pelatih PSIS Semarang M Ridwan mendapat sorotan dari seorang suporter saat Laskar Mahesa Jenar menjalani laga uji coba bersama Persik Kendal.
M. Ridwan disebut-sebut tak sesuai jabatan yang diemban. Dalam video yang diunggah mantan pemain Timnas Indonesia itu ikut memberikan instruksi kepada para pemain.
"Murinho kon nglatih neng smg tep sambat," tulis akun Instagram @tobyhahahihi dikutip pada Selasa (6/6/2023).
Melihat unggahan itu, M.Ridwan itu langsung bereaksi. Ia memberikan komentar menohok kepada pengunggah video.
"Saya bantu Repost yaa mas, barangkali lebih membantu memuaskan hati sampeyan. In sya Alloh saya baik baik saja, karena ada 2 hal...yang pertama karena semua yang mengenal saya hanya akan tersenyum saja. dan yang kedua, Saya yakin dengan seyakin yakinnya bahwa Alloh subhanahu wa ta'ala akan jaga saya," tulis M.Ridwan.
Sontak saja publik pun langsung bereaksi. Mereka memberikan komentar beragam.
"Saya percaya jenengan orang baik.... Tapi klo dilihat kan ndak elok,sudah ada head coach yg berdiri kasih instruksi.... Spt tahun kemarin coach resal dan coach ian,dan tahu hasilnya kan.... Ga mgkn matahari ada 2... Karna sebelahnya matahari itu citraland," tulis netizen.
"Coach ridwan menyampaikan dan menerjemahkan apa yg di katakan pelatih semngat coac Ridwan," tulis netizen.
"Mau di bawa kemana Psis di tangane sampean? Lawan Persib kemarin yg harusnya pemain inti yg diturunkan malah banyak pemain cadangannya, kalo hati anda masih persib silahkan pergi!," tulis netizen.
Baca Juga: Indonesia vs Argentina: Marselino Ferdinan Siapkan Mental Jelang Hadapi Lionel Messi Cs
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung