Bos Borneo FC, Nabil Husein menjadi sorotan warganet usai dua laga FIFA Matchday Timnas Indonesia melawan Palestina dan Argentina.
Nabil menyoroti keputusan pelatih Shin Tae-yong yang sama sekali tak menurunkan striker Stefano Lilipaly di dua laga itu.
Seperti diketahui, Lilipaly jadi satu-satunya pemain Borneo FC yang dipanggil ke timnas, namun tak mendapatkan menit bermain.
Nabil Husein kemudian menyentil Shin Tae-yong dalam postingan akun Instagram @pengamatsepakbola, Selasa (20/6/2023).
Akun itu awalnya memposting tujuh pemain yang tak dimainkan juru taktik asal Korea Selatan itu di dua laga FIFA Matchday.
Selain Lilipaly, ada Yance Sayuri, Reza Arya Pratama, Rachmat Irianto, Fachrudin Ariyanto, Andy Setyo Nugroho dan Sandy Walsh.
Khusus untuk Sandy Walsh, sang pemain kondisinya tak memungkinkan untuk bermain karena masih dalam pemulihan cedera.
Nabil Husein kemudian mengomentari postingan tersebut.
"Uji coba itu ya untuk mencoba. Lalu kenapa pada nggak di coba @shintaeyong7777? Tentu semua pemain ingin punya harapan bisa bermain terutama melawan Argentina. Bahkan hanya satu menitpun tidak kau berikan. Tolong para asisten coach juga bersuara bukan pada diam aja manut dengan @shintaeyong7777," tulis Nabil Husein.
Alin-alih mendapat respek dari netizen, Nabil Husein justru dirujak warganet gara-gara komentar itu.
"Lah kan FIFA Matchday pergantian dibatesi bapak. Masak hidup di sepak bola kagak tahu batas pergantian pemain agenda resmi FIFA. Ya kalau fun football bisa satu RT diganti," tulis @popon****.
"Dari komen pemilik salah satu klub bercentang biru gue jadi paham kenpa pelatih di klubnya gak ada yang awet. Padahal pemilihan pemain itu jelas 100% hak pelatih, lah kok jadi ngaturr," tambah @brown**** diduga menyindir Nabil Husein.
"Pantas di Borneo nggak ada pelatih yang betah. Lawakk," timpal @prawira****.
"Lah kok ngatur pak,... coba kalo menang atau imbang pasti beda lagi komenya," tulis @madz**** menyentil komentar Nabil Husein.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km