/
Rabu, 21 Juni 2023 | 08:58 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menemui Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Wisma Drupadi, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (20/5/2023). ([Instagram/@andi_a_mallarangeng])

Mimpi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru-baru ini disorot publik. Bukan tanpa alasan dari cerita yang dibagikan SBY di Twitter, para presiden yang pernah menjabat berkumpul dalam satu gerbong kereta.

Tak sedikit publik menafsirkan bahwa hal itu kode berduetnya Ganjar Pranowo dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Hal itu pun ditanggapi juga oleh Ketua Dewan Kehormatan DPP Demokrat, Hinca Pandjaitan. Menurut dia terlalu berlebihan jika tokoh politik itu berdampingan pada Pemilu 2024 mendatang.

"Saya pikir berlebihan juga lah. Memang dinamika politik hari ini masih dinamis sekali," ujar Hinca, Rabu (21/6/2023).

Ia tak menampik, menentukan capres dan cawapres tak akan mudah. Bahkan ia menganalogikan seperti orang berpacaran di mana dua pasangan akan menggoda satu sama lainnya.

"Tapi kan buka berarti yang digoda itu membalas godaannya. Karena itu kan menarik dengan gaya mereka masing-masing, yang milenial yang muda caranya begini, yang senior begitu. Itu bagus-bagus saja," ujar dia.

Menyusul ramainya yang membuat spekulasi hingga tafsir mimpi dari SBY, Hinca menyebutkan bahwa SBY ingin menyampaikan pesan moral dari apa yang dia alami saat itu.

Terkait mimpi para pemimpin negara yang berada dalam satu gerbong kereta, bagi Hinca, ada harapan para tokoh yang pernah menjadi presiden bisa berkumpul bersama.

"Itu kan bagus, jika Pak Jokowi bertemu SBY, toh sudah selasai kan?, yang lebih muda menemui yang lebih tua. Lalu keduanya bertemu Ibu Mega yang lebih tua lagi," katanya.

Baca Juga: Tanggapi Mimpi SBY, Jokowi: Itu Mimpi Kita Semua

Hinca mengatakan bahwa mimpi SBY tak ditafsirkan terlalu jauh ke dalam dinamika politik yang tengah berkembang ke Pemilu 2024.

"Saya juga minta teman-teman jangan menafsirkan lain-lain lah. Tafsirkan hal ini sebagai negarawan dari Pak SBY yang menyampaikan pesan itu kepada Pak Jokowi. Lalu Pak Jokowi ke Ibu Mega. Saya kira jika rakyat menyaksikan ketiganya, ada pesan luar biasa ke generasi muda di Indonesia, bagaimana pemimpin setelah menjadi rakyat tetap lah menjadi rakyat yang dicintai rakyat," ungkap dia.

Load More