Kabar Demokrat dan PKS bubar untuk mendukung Anies Baswedan menjadi sorotan baru-baru ini. Bahkan Ketum Partai NasDem, Surya Paloh menangis dengan selesainya Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu.
Bukan tanpa alasan gabungan tiga partai itu bubar. Ancaman dari Demokrat dimana Ketum Agus Harimurti Yudhoyono mendesak untuk dipasangkan dengan Anies Baswedan sebagai cawapres tak kunjung mendapat respon.
Namun apakah benar, Demokrat dan PKS memilih untuk hengkang dari Koalisi Perubahan?.
Penjelasan Cek Fakta
Salah satu informasi pecahnya kongsi tiga partai itu dibahas oleh kanal YouTube Roda Politik. Dalam pembahasannya Demokrat dianggap memiliki elektabilitas yang cukup baik untuk menopang suara dalam Pemilu 2024 mendatang.
"Tangis Surya Paloh Pecah seketika Demokrat & PKS Resmi Bubar Dukung Anies Baswedan?" dikutip Kamis (22/6/2023).
Dalam thumbnail video yang dibagikan tampak jajaran petinggi PKS, Demokrat dan NasDem serta Anies Baswedan berkumpul dalam satu frame.
Narator dalam video juga membahas bahwa Demokrat melakukan langkah bagaimana pun caranya, AHY harus menjadi cawapres Anies Baswedan. Jika tidak mereka akan berpaling dari Koalisi Perubahan.
"Ngeri, Demokrat Keluar dari Koalisi jika AHY tidak Ditetapkan jadi Cawapres Anies," ujar narator dalam video tersebut.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Putri Ariani Mendukung Anies Baswedan?
Narator juga menyebutkan bahwa Demokrat dan NasDem berbenturan. Pasalnya AHY bagaimana pun harus menjadi cawapres mendampingi Anies Baswedan di Pemilu 2024.
Kendati begitu, tidak ada sumber valid yang menyebutkan Demokrat berusaha untuk menjadikan AHY sebagai cawapres Anies.
Bahkan di dalam video ada potongan pernyataan dari narasumber, namun bukan dari sumber yang meyakinkan.
Kesimpulan
Tidak ada pembahasan bahwa Demokrat dan PKS membubarkan diri untuk berhenti mendukung Anies Baswedan.
Di sisi lain, NasDem juga mengonfirmasi bahwa Anies akan segera mengumumkan pendampingnya sepulang dari ibadah haji. Koalisi Perubahan untuk Persatuan juga disebut masih solid.
Sehingga informasi dari YouTube Roda Politik masuk dalam kategori hoaks. Walau judul yang disematkan di video menambahkan tanda tanya, hal itu tidak membahas pembubaran yang terjadi di dalam koalisi tiga partai itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Masyarakat Diajak Pilih Logo Resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas