/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 14:38 WIB
Ilustrasi Gedung KPK di Jakarta (Instagram/@arditpg)

Dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Rutan KPK dikatakan melibatkan pegawai mereka sendiri. Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menyebut para terduga pelaku ini melakukan transaksi menggunakan rekening orang lain, sehingga tak terdeteksi sejak awal.

"Sekilas memang dugaannya memang tidak langsung ke rekening para pegawai yang diduga terlibat. Jadi dugaannya menggunakan layer-layer," katanya dikutip Jumat (23/6/2023).

Ghufron enggan membeberkan terlalu dalam terkait penerimaan uang oleh para pegawainya itu. Mengingat kasus ini masih terus dilakukan penyelidikan.

"Semua itu kan masih dalam proses pemeriksaan. Segera kita konfirmasi kalau ditemukan buktinya.

Pungli yang terjadi di rutan KPK sendiri diduga untuk memuluskan para tahanan berkomunikasi dari dalam rutan. Alat komunkasi adalah barang paling haram yang dibawa oleh terduga pelaku saat menjalani masa penahanan.

"Di rutan itu kan tempat terbatas. Apalagi sangat terbatas dengan alat komunikasi dan fasilitas pendukungnya. Agar bisa dapat fasilitas itu ya ada duit masuk yang mestinya tidak boleh ada duit. Tapi kan untuk memasukkan duit, butuh duit. Alat komunikasi ini lah yang diincar dan butuh duit, sehingga pungli itu terjadi," katanya.

Pernyataannya tersebut masih sebatas asumsi karena belum ada bukti yang valid. Penyelidikan pun masih berjalan hingga saat ini dan belum ada penetapan tersangka dan masih memeriksa saksi-saksi.

Seperti diketahui, terbongkarnya praktik dugaan pungli di rutan KPK Gedung Merah Putih ini berawal dari temuan Dewan Pengawas (Dewas) KPK. 

Pungli tersebut sudah terjadi sejak Desember 2021-Maret 2022, dengan nilai total Rp4 miliar.

Baca Juga: CEK FAKTA: Jusuf Kalla Tiba-tiba Diseret ke KPK, Bakal Susul Plate Kasus BTS Kominfo

Di sisi lain, dugaan pungli ini tak hanya terjadi di Gedung Merah Putih, bisa saja terjadi di rutan KPK lain yang ada diluar gedung. Mengingat masih ada 3 rutan KPK lainnya. 

Load More