Dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Rutan KPK dikatakan melibatkan pegawai mereka sendiri. Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menyebut para terduga pelaku ini melakukan transaksi menggunakan rekening orang lain, sehingga tak terdeteksi sejak awal.
"Sekilas memang dugaannya memang tidak langsung ke rekening para pegawai yang diduga terlibat. Jadi dugaannya menggunakan layer-layer," katanya dikutip Jumat (23/6/2023).
Ghufron enggan membeberkan terlalu dalam terkait penerimaan uang oleh para pegawainya itu. Mengingat kasus ini masih terus dilakukan penyelidikan.
"Semua itu kan masih dalam proses pemeriksaan. Segera kita konfirmasi kalau ditemukan buktinya.
Pungli yang terjadi di rutan KPK sendiri diduga untuk memuluskan para tahanan berkomunikasi dari dalam rutan. Alat komunkasi adalah barang paling haram yang dibawa oleh terduga pelaku saat menjalani masa penahanan.
"Di rutan itu kan tempat terbatas. Apalagi sangat terbatas dengan alat komunikasi dan fasilitas pendukungnya. Agar bisa dapat fasilitas itu ya ada duit masuk yang mestinya tidak boleh ada duit. Tapi kan untuk memasukkan duit, butuh duit. Alat komunikasi ini lah yang diincar dan butuh duit, sehingga pungli itu terjadi," katanya.
Pernyataannya tersebut masih sebatas asumsi karena belum ada bukti yang valid. Penyelidikan pun masih berjalan hingga saat ini dan belum ada penetapan tersangka dan masih memeriksa saksi-saksi.
Seperti diketahui, terbongkarnya praktik dugaan pungli di rutan KPK Gedung Merah Putih ini berawal dari temuan Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
Pungli tersebut sudah terjadi sejak Desember 2021-Maret 2022, dengan nilai total Rp4 miliar.
Baca Juga: CEK FAKTA: Jusuf Kalla Tiba-tiba Diseret ke KPK, Bakal Susul Plate Kasus BTS Kominfo
Di sisi lain, dugaan pungli ini tak hanya terjadi di Gedung Merah Putih, bisa saja terjadi di rutan KPK lain yang ada diluar gedung. Mengingat masih ada 3 rutan KPK lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik
-
5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat
-
Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Buruh Dibesarkan oleh Konflik
-
5 Tips agar Lipstik Tahan Lama Setelah Makan, Warna Bibir Tetap On Point
-
ISPA hingga Penyakit Jantung Jadi Ancaman Terbesar Kesehatan Karyawan Indonesia
-
Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan
-
Diduga Menyamar sebagai Securities Crowdfunding, PT Econext Ventures Indonesia Dihentikan
-
Tiga Kasus Pelecehan Seksual Jadi Alarm, Kampus Harus Evaluasi Total Efektivitas Satgas PPKS
-
Eks Kiper AS Bongkar Wajah Asli Klub Baru Elkan Baggott: Hati-hati, Milwall FC Itu Keras
-
1 Malam 3 Ledakan, Pelabuhan di Tepian Selat Hormuz Jadi Pusat Pertempuran AS - Iran