Dewi Perssik belakangan ini terlihat naik pitam lantaran berseteru dengan ketua RT. Dalam siaran langsungnya itu, Dewi Perssik mengungkapkan bahwa bantuan hewan kurbannya ditolak oleh Ketua RT setempat.
Menurut ceritanya, pedangdut asal Jember itu hanya berniat untuk membagikan daging kurban untuk warga setempat. Ia hanya meminta tolong untuk memberikan list warga yang akan dikasih.
Alih-alih dibantu, Dewi Perssik justru mendapatkan perlakuan tak menyenangkan. Mantan istri Angga Wijaya itu mengungkapkan bahwa Ketua RT itu justru marah-marah pada karyawannya.
“Masa Dewi Perssik minta tolong masalah sapi aja katanya warganya nggak butuh,” ujar Dewi Perssik.
“Apa ada masalah Pak RT sama saya Pak? Kalau ada masalah ngomong sama saya, Pak. Jangan gitu dong, kasihan ART saya dibentak-bentak, bapak siapa, bapak itu Pak RT . Jadi RT tuh yang disegani,” lanjutnya.
Tak sampai di situ, ketua RT itu justru meminta uang 100 juta pada Dewi Perssik jika ingin membantu warga setempat.
“Pemerasan dong, orang ini acara untuk umum kok, acara sosial, bapak malah minta bantuin 100 juta itu gimana ceritanya, Pak,” ungkapnya.
“Ini kan kita bagikan buat orang-orang yang tidak mampu, minta dilist. Sampai sekarang aja nih Pak Ustaznya belum ngasih nih list-nya siapa aja,” lanjutnya.
Dewi Perssik lantas memberitahu bahwa dirinya sempat memberikan bantuan pada warga setempat. Mereka mengaku senang dengan bantuan tersebut. Karena itu, dia heran ketika Ketua RT menyebut warganya tak butuh.
Baca Juga: Bacaan Takbir Hari Raya Idul Adha 2023 dan Perbedaannya dengan Idul Fitri
“Tau nggak Pak RT, kemarin tuh saya ngasih sembako ke warga bapak tuh mereka seneng banget loh pak. Kok bisa ini bapak bilang ‘nggak butuh, nggak butuh warga saya’,” ungkapnya.
“Gua heran yang baru RT marah-marah, ngamuk-ngamuk, terus minta duit,” gerutunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026