Suara Joglo - Perdebatan mengenai harga tiket pertandingan BRI Liga 1 musim 2023-2024 terus dibicarakan oleh kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia.
Pro dan kontra seputar kenaikan harga tiket terus bergema di jagad media sosial, tak terkecuali adu argumen antara suporter dan kalangan netizen.
Harga tiket dua pertandingan pekan pertama antara Bali United vs PSS Sleman dan Persib Bandung vs Madura United oleh sekelompok suporter dinilai terlalu mahal.
Bahkan ada beberapa dari mereka yang membentangkan spanduk berisi kritikan terkait kebijakan manajemen klub yang menaikkan harga tiket pertandinga.
Adanya kenaikan harga tiket cukup berdampak pada antusiasme suporter dalam menyaksikan tim kesayangannya bertanding.
Suporter Bali United sempat melakukan boikot pertandingan saat tim kebanggaannya mengahadapi PSS Sleman di pekan pertama BRI Liga 1 musim 2023-2024.
Hasilnya, stadioan I Wayan Dipta tampak sepi dan Bali United harus menelan kekalahan di laga pertama mereka musim ini.
Hal serupa juga terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada pertandingan Persib Bandung yang menjamu Madura United.
Dalam laga tersebut suasana tribun penonton tidak penuh seperti biasanya, bahkan penonton yang hadir dalam pertandingan tersebut tampak sedikit.
Baca Juga: 5 Manfaat Telur Bebek untuk Kesehatan Bayi, Bisa Jadi MPASI
Kejadian tersebut tak lepas dengan adanya kebijakan manajemen klub yang menaikkan harga tiket dan dianggap terlalu mahal oleh para suporter, sehingga mereka memutuskan untuk tidak memberikan dukungan langsung ke dalam stadion.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, tiket reguler Bali United musim lalu Rp60.000 sementara musim ini mencapai Rp100.000 sedangkan Persib termurah musim lalu Rp100.000 musim ini Rp125.000.
Fenomena tersebut lantas mendapat sorotan dan menjadi pro kontra di kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia.
Bahkan tidak jarang dari kalangan netizen yang memberikan sindiran keras kepada penonton yang merasa keberatan jika tiket dinaikkan.
"Protes tiket mahal. Beli jersey ori kagak," ungkap salah seorang netizen.
"belajar lah dari suporter psm harga termurah 60k tapi perjalanan kestadion 154km hanya demi lihat tim kebanggaan sulawesi selatan berlaga salam dari makassar," ujar netizen yang lain.
"Gimana sih suporter Indonesia?? 100k itu udah murah banget loh. Dimana lagi bisa nonton bola bonus komedi, tinju, MMA, balap lari, dll? Harusnya suporter kita bersyukur nonton nya bola tapi disuguhi pertunjukan lainnya yang menarik," sindir netizen lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?