Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan kerja sama sister province atau provinsi kembar antara Chiang Mai, Thailand, dengan DIY yang telah terjalin sejak 2007 perlu diaktifkan kembali.
"Sebetulnya (kerja sama) DIY dengan Chiang Mai sudah lama, tapi kurang aktif. Kami dorong untuk bisa diaktifkan lagi karena dulu kerja sama dengan Chiang Mai itu sepengetahuan Raja Bhumibol pada waktu itu," kata Sultan HB X usai menerima kunjungan Duta Besar Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat di Gedhong Wilis, Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Selasa.
Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama persahabatan antara Provinsi DIY dengan Chiang Mai telah dilakukan sejak 2007.
Menurutnya, sektor yang memiliki potensi peluang kerja sama yang dapat ditingkatkan oleh kedua provinsi, antara lain sektor industri pertanian, perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan peningkatan ekspor.
Selain itu, Sri Sultan juga menyambut baik rencana perayaan 75 tahun kerja sama hubungan diplomatik Indonesia dan Thailand pada 2025.
Dalam kesempatan itu, Sultan menawarkan kerja sama bidang pertunjukan tari dari DIY. "Semoga nanti untuk ulang tahun 75 tahun pada 2025 itu bisa dibangun (kerja sama), seperti kemarin dengan Rusia dengan Jepang," katanya.
Sementara itu, Dubes Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat merasa terhormat dapat bertemu dengan Sri Sultan.
"Kami merasa terhormat dapat diterima oleh Bapak Gubernur pada hari ini. Ini merupakan kunjungan pertama kami ke Yogyakarta setelah diangkat menjadi Duta Besar Thailand untuk Indonesia," katanya.
Prapan mengatakan dirinya bersama Sri Sultan membahas rencana perayaan 75 tahun kerja sama hubungan diplomatik Indonesia dan Thailand pada 2025 serta banyak potensi kerja sama lainnya.
Senada dengan Sultan HB X, Dubes Prapan Disyatat juga ingin mencoba menghidupkan kembali kerja sama sister province antara DIY dengan Chiang Mai.
Prapan juga berharap dapat mengembangkan kerja sama pada area lain, seperti bidang ekonomi dan kebudayaan.
Dia juga mengapresiasi Sultan HB X yang telah peduli dan merawat para mahasiswa Thailand yang sedang menempuh pendidikan di DIY.
"Sudah ada kerja sama antara universitas di Thailand dengan beberapa universitas di Yogyakarta. Bahkan juga ada yang kerja sama rumah sakit di Thailand dengan salah satu universitas di Yogyakarta," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Cedera Cristian Romero Bikin Argentina Cemas Menjelang Babak Gugur Piala Dunia 2026
-
Cara Mengatasi Pompa Air Bunyi Cetak-Cetek agar Tak Boros Listrik
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama