News / Nasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:01 WIB
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap nelayan korban kecelakaan laut di perairan Kabupaten Lampung Selatan, Jumat. ANTARA/Riadi Gunawan
Baca 10 detik
  • Tim SAR gabungan terus mencari Ajum, nelayan yang hilang akibat kecelakaan kapal di perairan Kalianda sejak Selasa lalu.
  • Memasuki hari keempat, tim SAR membagi tiga regu untuk memperluas jangkauan pencarian hingga delapan mil dari lokasi.
  • Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi menjadi kendala utama yang menghambat efektivitas pencarian korban tersebut.

Suara.com - Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) bernama Ajum (52), warga Pandeglang, Banten, yang hilang setelah kapal nelayan yang ditumpanginya diduga ditabrak kapal kargo di perairan Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Memasuki hari keempat pencarian pada Jumat, korban belum berhasil ditemukan meski tim gabungan terus menyisir area laut di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara mengatakan operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan lintas instansi.

“Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI AL, Pol Airud Polda Lampung, Pol Airud Polres Lamsel, BNPB, DAMKAR Lamsel, nelayan dan Relawan Potensi SAR,” ujar dia di Kalianda, Jumat.

Menurut Rezie, kondisi cuaca di perairan menjadi kendala utama dalam proses pencarian korban. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat jangkauan pencarian menjadi lebih terbatas.

“Angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi memengaruhi jangkauan serta efektivitas pencarian, namun upaya maksimal tetap kami lakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” katanya.

Untuk memperluas area pencarian, tim SAR membagi personel menjadi tiga regu yang bergerak menggunakan armada berbeda.

“Pencarian hari keempat ini kita melaksanakan sekitar delapan mil dari titik TKP, dan juga untuk regu kita bagi tiga yang terdiri atas raberbut Basarnas, kapal TNI AL dan juga BNPB, sampai dengan saat ini informasi masih juga nihil,” kata dia.

Basarnas juga telah berkoordinasi dengan nelayan setempat agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di laut.

Baca Juga: Melihat Kampung Nelayan Merah Putih di Konawe

“Kita juga sudah menginformasikan kepada nelayan-nelayan setempat, apabila mendapatkan informasi atau tanda-tanda dari korban untuk bisa dapat langsung menginformasikan kepada kami,” ucap dia.

Berdasarkan informasi sementara, insiden bermula saat perahu nelayan yang ditumpangi korban diduga mengalami benturan dengan kapal kargo yang melintas di perairan Kalianda pada Selasa (5/5).

Load More