/
Minggu, 16 Juli 2023 | 14:56 WIB
Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan mengkritik sistem pendidikan Indonesia. ([Suara.com/Novian])

Partai NasDem gerak cepat menanggapi hasil survei yang menyebut elektabilitas Anies Baswedan turun. Partai pimpinan Surya Paloh tersebut akan bertemu dengan anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP, yakni Demokrat dan PKS, Senin (17/7). 

"Senin nanti saya akan undang seluruh partai koalisi untuk menyusun jadwal konsolidasi di tiap-tiap daerah bersama Anies," kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali dikutip dari Suara.com, Sabtu (15/7/2023). 

Rencananya, pertemuan tersebut akan berlangsung di kantor DPP NasDem di Jakarta Pusat. 

Ali juga menegaskan pada pertemuan tersebut tidak ada pembahasan mengenai cawapres. Fokus utama pembahasan mengenai kondisi elektabilitas Anies yang menurun. 

"Turunnya survei Anies ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh koalisi. Bukan justru kita mendorong mengumumkan cawapresnya, bisa jadi blunder," katanya.

Menurutnya, kondisi saat ini belum tepat untuk berbicara mengenai cawapres. Momentumnya belum tepat untuk mengumumkannya. 

"Menurut saya politik itu momentum. Sekarang kami belum tahu siapa lawan kami. Kami umumkan wakil, ya sama aja menyerahkan leher kami digorok-digorok," kata Ali.

"Menurut Nasdem saat ini bukan waktu yang tepat untuk umumkan calon wakil presiden. Saat ini adalah waktu yang lebih pas untuk lakukan konsolidasi," ungkapnya.

Hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan posisi Anies Baswedan berada di urutan ketiga, setelah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Persija vs Bhayangkara FC: Thomas Doll Buka Kans Mainkan Maciej Gajos dari Bangku Cadangan

Elektabilitas Anies per Juli 2023, yaitu sebesar 21,4 persen alias turun dari bulan April dengan perolehan suara 25,3 persen. 

Posisi kedua ditempati Ganjar dengan suara sebesar 32,2 persen dan Prabowo Subianto di urutan pertama dengan 35,8 persen.

Load More