- Tidak semua camilan malam berdampak buruk; beberapa justru dapat dikonsumsi sebelum tidur dalam porsi yang tepat.
- Menurut penelitian, makanan yang mengandung melatonin, magnesium, dan triptofan berpotensi mendukung kualitas tidur.
- Karena itu, camilan dengan kandungan nutrisi tersebut diyakini dapat membantu tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.
Suara.com - Banyak orang menghindari ngemil malam hari karena khawatir dapat mengganggu kesehatan atau memicu kenaikan berat badan.
Padahal ada beberapa camilan yang justru bisa menjadi pilihan baik jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat sebelum tidur.
Melansir Medpark Hospital, berdasarkan penelitian, makanan yang berkaitan dengan kualitas tidur adalah makanan yang mengandung senyawa seperti melatonin, magnesium, dan triptofan.
Selain itu, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Sleep Medicine, makanan tinggi serat dan makanan rendah lemak jenuh juga bisa meningkatkan kualitas tidur.
Karena itu, makanan-makanan tersebut diyakini baik dikonsumsi sebelum tidur untuk membantu tubuh beristirahat lebih baik.
Lalu, apa saja contoh camilan yang bagus dimakan malam hari dan dapat membantu tidur lebih nyenyak?
Merangkum dari Healthline, Verrywell Health, dan Sleep Foundation, berikut lima camilan sehat yang tidak hanya lezat, tetapi juga berpotensi mendukung kualitas tidur yang lebih baik.
1. Kacang Kenari
Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, kacang kenari dipercaya dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Baca Juga: Tren Ngemil On The Go Meningkat, Camilan Kulit Ayam Kembali Naik Daun
Hal ini karena kacang kenari merupakan salah satu sumber alami melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan asam lemak dalam kacang kenari dapat mendukung tidur yang lebih nyenyak.
Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memastikan manfaat tersebut.
2. Almond
Almond merupakan salah satu kacang yang kaya akan nutrisi penting, seperti lemak tak jenuh, serat, dan antioksidan.
Konsumsi almond secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'
-
Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla
-
256 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Bertumbangan Usai Santap MBG
-
TNI AL Dalami Kasus Prajurit Jadi Ajudan Arya Wedakarna di Acara Komunitas LGBT
-
5 Zodiak yang Diprediksi Beruntung dan Jalani Hari Baik 4 September 2026
-
Eks Wakil Menteri Ditangkap Terkait Korupsi Migas, Uang Rp 96,9 Miliar Disita
-
Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, BGN: 80-90 Persen karena Tak Taat SOP
-
Lampung Kunci Pintu Pangan: Puluhan Ton Gabah Dicegat Keluar Provinsi
-
3 Toner Wajah dengan Kandungan Symwhite 377 untuk Samarkan Flek Hitam