Laga BRI Liga 1 2023/2024 sudah melalui lima pekan pertamanya. Liga sepak bola tertinggi di Indonesia ini telah menyajikan berbagai penampilan menarik dari para pemain dari 18 klub.
Setidaknya, beberapa peristiwa unik yang terjadi selama berlangsungnya Liga 1 2023/2024 itu dapat dilihat dari hasil mengejutkan yang ditorehkan oleh dua klub asal Tangerang yang berhasil berada di papan atas klasemen sementara, yakni Dewa United dan Persita.
Uniknya lagi, sejumlah klub yang memiliki pemain gacor seperti Bhayangkara FC dan Arema FC, justru memiliki start yang buruk di Liga 1 musim ini.
Tak sampai di situ, beberapa pemain lokal dalam debutnya di Liga 1 2023/2024 ini juga berhasil menunjukkan sosoknya sebagai figur penting bagi klubya masing-masing.
Setidaknya, terdapat tiga nama pemain yang sejauh ini berhasil menarik perhatian banyak pihak. Nama-nama tersebut layak dipertimbangkan oleh Shin Tae Yong untuk mendapatkan debut membela Timnas Indonesia.
Kualitas Beckham Putra di level junior sudaah tak dirragukan lagi. Gelandang Persib Bandung di Liga 1 tersebut pernah memberikan satu medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2023.
Namun, sejauh ini, pemain 21 tahun itu masih belum mendapatkan debut di Timnas Indonesia. Sebab, untuk mengisi posisi gelandang, persaingan level senior bisa dibilang cukup berat.
Sejauh ini, Becham selalu dimainkan oleh Persib Bandung. Ia telah mengoleksi dua assist.
Baca Juga: Serba-serbi Hukum Penistaan Agama, Panji Gumilang Bakal Kena Pidana Berapa Lama?
2. Yandi Sofyan
Nama Yandi Sofyan belakangan ini menjadi bahan perbincangan para pecinta bola. Sejak awal, Yandi Sofyan memang menjadi primadona Sepak Bola Indonesia di level junior.
Setelah sempat cedera dan absen cukup lama dari pertandingan sepak bola, adik penyerang legend Zaenal Arief itu kembali hadir dengan catatan gol cukup banyak di Liga 1 musim ini.
Pemain Persikabo berusia 31 tahun itu cukup menarik untuk diberikan debut di Timnas Indonesia oleh Shin Tae Yong.
3. Kadek Arel
Terdapat sejumlah aturan menarik dalam laga BRI Liga 1 2023/2024, salah satunya adalah kesempatan, setidaknya, kepada satu pemain U-23 bermain minimal 45 menit pada setiap laga.
Kadek Arel pun memanfaatkan aturan tersebut dengan tiba-tiba menjadi salah satu pemain andalam di lini belakang Bali United.
Juru taktik Bali United, Teco Cugurra pun telah mempercayai Kadek Arel untuk dipasangkan dengan pemain-oemain senior, termasuk Elias Dolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Siap Tarung di Dunia Kerja: Disnaker Lampung Sebar Pelatihan Vokasi di 33 Titik Strategis
-
Review The Motorcycle Diaries: Awal Mula Lahirnya Sang Che Guevara
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi